Proses Turunnya Wahyu dan Risalah Kerasulan Muhammad

By July 30, 2017 0
Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Menurut istilah syariat, wahyu adalah pemberitahuan dari sisi Allah Yang Maha Tinggi kepada seorang nabi dari nabi-nabi-Nya, dalam hal hukum syariat (agama) dan lainnya. Selanjutnya, wahyu merupakan pemberitahuan atau ajaran yang diberikan segera dan secara rahasia, serta secara khusus kepada seorang nabi sehingga wahyu yang disampaikan tersebut tidak diketahui oleh orang lain.

Lalu, bagaimanakah proses sampainya wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Menurut kitab-kitab hadits, menyebutkan keterangan tentang bagaimana wahyu sampai kepda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, yaitu dengan berbagai cara, yang secara singkat adalah seperti berikut:

1. Berupa mimpi yang baik saat beliau sedang tidur,

2. Terkadang, wahyu tersebut disampaikan melalui malaikat Jibril yang sedang menyerupai seorang manusia laki-laki. Malaikat Jibril kemudian menyampaikan (mengucapkan) perkataan-perkataan kepada Baginda Nabi, lalu seluruh perkataan tersebut dipelihara dan dihafalkan dengan baik oleh Baginda,

3. Pada waktu yang lain, wahyu disampaikan melalui malaikat Jibril yang menampakkan diri dalam bentu aslinya (bentuk malaikat), yang selanjutnya menyampaikan apa yang diwahyukan Allah kepada Baginda shallallahu alaihi wasallam,

4. Wahyu juga disampaikan dalam bentuk suara genta, yang menurut Beliau itu adalah proses turunnya wahyu yang paling berat dirasakan oleh Beliau,

5. Kadang-kadang, wahyu disampaikan langsung dari hadirat Allah SWT sendiri, tanpa adanya perantara malaikat,

6. Pernah juga pada suatu ketika, Beliau menerima wahyu saat sedang berada di atas langit ketujuh, yang menunjukkan bahwa Beliau menerima firman Allah SWT langsung dari hadirat Allah sendiri

Demikianlah beberapa cara dan proses turunnya wahyu dari Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam, yang menunjukkan bahwa turunnya wahyu secara bertingkat. Penjelasan tentang proses turunnya wahyu tersebut diterangkan melalui hadits-hadits. Seperti salah satu hadits yang diriwayatkan dari Aisyah ra. berikut ini:

“Aisyah ra. berkata, ‘Wahyu yang pertama sekali didatangkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu adalah pemandangan (mimpi) yang baik yang bertepatan saat Baginda sedang tidur, maka beliau tidak melihat suatu pemandangan, kecuali datang cahaya terang seperti terangnya waktu subuh” (HR Bukhari dan Muslim).

Pada hadits yang lain juga disebutkan seperti berikut:

“Aisyah ra. berkata bahwa Harits bin Hisyam pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘Bagaimanakah wahyu datang kepada engkau?’, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Kadang-kadang wahyu yang datang kepadaku suaranya seperti bunyi genta, dan wahyu inilah yang sangat berat bagiku, lalu diberhentikan dariku, dan aku sungguh telah menerima dengan baik apa-apa yang disampaikannya. Dan kadang-kadang malaikat pembawa wahyu menyerupai seorang lelaki kepadaku, lalu ia berkata kepadaku, lalu aku menerima dengan hafal apa-apa yang ia sampaikan.’” (HR Bukhari dan Muslim)

“Aisyah ra., berkata, ‘Yang pertama sekali apa (wahyu) yang dimuliakan pada Rasulullah impian yang baik di dalam tidur. Beliau tidak melihat impian itu melainkan terang cuaca datang seperti terang cuacanya waktu subuh. Lalu diberikan kepada beliau rasa amat suka menyendiri, dan beliau lalu menyendiri di Gua HIra. Maka beliau bertahannuts didalamnya, yaitu beribadah dalam beberapa malam sebelum beliau kembali pulang kepada keluarganya. Beliau bersiap-siap untuk itu dan kemudian beliau kembali kepada Khadijah lalu mengambil perbekalan, sehingga datanglah haq (kebenaran), saat beliau ada di gua Hira’.
Maka datanglah malaikat kepada beliau dan berkata, ‘Bacalah!’

Beliau berkata, ‘Aku bukan pembaca.’

Lalu Jibril memegang beliau, lantas memeluknya dengan sekeras-kerasnya sampai beliau kepayahan. Lalu Jibril melepaskan beliau lantas berkata, ‘Bacalah!’
Beliau berkata ‘Aku bukan pembaca.’

Lalu Jibril memegang beliau lantas memeluk beliau dengan sekeras-kerasnya, kemudian melepaskan beliau, dan berkata, ‘Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari darah yang beku. Bacalah olehmu dan Tuhanmu Maha Mulia, Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia tentang barang apa yang ia belum mengetahui.’(Al-A’raf ayat 1-5)” (Al-Hadits)

Wallahu a’lam.


Sumber: Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, Jilid 1, oleh K.H. Moenawar Chalil

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

© 2017 Muslimahdaily.com All Rights Reserved.