Ini Dia Wasit Wanita Muslim Pertama di Inggris

By July 14, 2018 0
Jawahir Roble Jawahir Roble ( Foto : Dailymail.co.uk )

Muslimahdaily - Menjadi wasit mungkin bukanlah profesi terlintas di pikiran seorang gadis. Terlebih saat ia menjadi seorang imigran muslim atau pendatang di negara asing yang mayoritas beragama Nasrani. Namun itulah yang terjadi pada diri Jawahir Roble. Gadis keturunan Somalia ini berimigrasi ke Inggris pada saat Somalia bergejolak perang beberapa tahun silam.

Jawahir Roble menorehkan namanya dalam tinta emas sejarah persepak – bolaan dengan menjadi wasit perempuan pertama yang beragama Islam di Inggris. Pemandangan yang “nyleneh” sontak selalu hadir tatkala Jawahir Roble didapuk menjadi wasit pertandingan sepak bola antara klub – klub di Inggris.

Wanita yang berkulit hitam, raut manis, mengenakan hijab dan baju olahraga menutupi aurat tampak sangat mencuri perhatian di tengah permainan. Pemandangan ini tampak kontras dengan kebanyakan para pemain dan kru yang biasanya laki – laki.

Namun, Jawahir Roble seperti tak pikir pusing dengan profesi yang sudah terlanjur ia jalani. Wanita yang akrab disebut “Jeje” ini juga kerap tampil memakai kaos dan celana pendek. Namun, tetap menggunakan legging untuk menutupi auratnya.

(Baca Juga : Diananda Choirunisa Atlet Panahan Berhijab yang Membanggakan Indonesia)

Sering diejek pemain pria

Satu – satunya perempuan Muslim yang menjadi wasit pertandingan sepak bola bukanlah suatu hal yang tanpa tantangan. Jawahir Roble kerap mendapatkan intimidasi dan diejek dari para pemain yang rata –rata adalah kaum adam.

Para pemain pria kerap tidak percaya jika wasit pertandingan mereka adalah seorang wanita berhijab dengan postur tubuh yang mungil bahkan mungkin hanya sebatas dada pemain di Inggris umumnya.Meski kerap ditertawakan para pemain sepak bola yang masih junior, namun Jawahir Roble menyebutkan jika tidak semua pemain sepak bola di Inggris demikian.

Ada pula yang sangat respek dan menghormati keberadaannya sebagai wasit pertandingan. “Seorang pemain pria menghampiri saya dan mengatakan jika ia sangat senang dengan wasit wanita, karena mereka sangat baik,” kenang Jawahir Roble.

Pengungsi Somalia

Tragedi peperangan dan krisis kemanusiaan, membuat Jawahir Roble dan keluarga serta sanak kerabatnya harus mengungsi ke Inggris untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Seperti Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam yang hijrah dari Mekah ke Medinah, Jawahir Roble juga mantap untuk bermigrasi ke Inggris dan mendapatkan perlindungan.

Ternyata, rencana Allah Ta’ala jauh lebih indah dari yang ia bayangkan. Jawahir Roble berkesempatan mendapatkan pendidikan dari FIFA di Inggris untuk menajamkan tugasnya di lapangan sebagai wasit. Ia bahkan juga kerap menerapkan hukum Islam saat memimpin jalannya pertandingan.

Jawahir Roble tidak mau menyentuh pemain pria yang notabene bukan mahram. Sehingga kerap menggunakan sarung tangan. Wanita berusia 24 tahun tersebut juga memiliki cara khusus untuk menghadapi para pemain pria yang kerap mengerumuninya saat protes atau tidak senang dengan keputusannya.

(Baca Juga : Yasmine Youssef, Tawarkan Tempat Pengungsian Khusus Wanita)

Wanita yang inspiratif

Sejak kecil Jawahir Roble memang sudah lekat dengan sepak bola. Pada saat remaja ia menjadi wasit untuk London Girls League lalu melanjutkan pelatihan wasit di Inggris.

Selain itu, ketika ia sedang berada di Somalia dan dilanda peperangan. Ia bersama anak – anak Somalia lainnya kerap membunuh waktu dan menghibur diri mereka dengan bermain sepak bola. Ia mengenang bahwa setiap hari di Somalia selalu ada peperangan. Anak – anak hanya bisa bermain sepak bola di lingkungan rumah tanpa bisa melakukan yang lain.

Selama satu dekade, Jawahir Roble mulai merajut mimpinya sebagai wasit sepak bola di Inggris. Ia berharap kelak mimpinya menjadi wasit di Liga Eropa, Liga Champions, atau Piala Dunia bisa terwujud di masa depan.

Last modified on Saturday, 14 July 2018 08:33

Leave a comment

© 2018 Muslimahdaily.com All Rights Reserved. Part Of Genmediautama