Afriza Hanifa

Afriza Hanifa

Allah dengan segala hikmah-Nya selalu menakdirkan kebaikan. Namun manusia lah yang terkadang menganggap ujian dan cobaan sebagai suatu kemalangan, kesedihan, keburukan, bahkan kesialan.

Sebuah batu mulia, turun dari surga. Dibawa oleh malaikat, lalu ditaruh di dekat ka’bah. Ialah Hajar Aswad, yang dahulu berwarna putih dan kelak akan hidup menjadi saksi manusia.

Sebuah kabar datang dari sahabat Ibnu Abbas. Beliau Radiyallahu ‘anhu mengabarkan sebuah hadits yang cukup panjang tentang golongan yang masuk surga tanpa hisab dan azab.

Sang paman membentak Al Ahnaf ketika sang kemenakan mengeluhkan sakit perutnya. Mengapa pamannya berbuat demikian? Ternyata ia memiliki sebuah kisah yang akan membuat siapa saja malu untuk mengeluh ketika ditimpa penyakit.

Sebuah gunung menjulang tinggi di tengah padang yang gersang. Berdiri dengan gagahnya menjadi saksi cinta dua manusia. Sebab di sanalah, dua insan bertemu kali pertama membangun peradaban manusia.

Ibadah haji telah dikenal sejak Ka’bah berdiri di era Nabi Ibrahim. Namun waktu berlalu, ibadah nan agung ini dilekatkan pada budaya jahiliyyah

Meski bernama Maqam Ibrahim, bangunan di sebelah timur Ka’bah itu bukanlah kubur dari sang Khalilullah. Maqam Ibrahim merupakan bangunan yang berisi batu bekas pijakan sang nabi ketika membangun Baitullah

Ternyata, surga bukan hanya dikelilingi istana yang megah dan taman yang indah. Tempat kekal yang nikmat itu juga memiliki pasar. Seperti apa pasar di surga? Apa yang diperjual belikan? Siapa pembeli dan penjualnya? Apa mata uangnya? Berikut penjelasan tentang pasar di surga.

Turunnya Nabi Isa menjadi salah satu ciri Hari Kiamat. Kelak, Al Masih akan turun ke dunia setelah sekian lama berada di sisi-Nya. Namun di manakah putra Maryam akan turun? Apakah di sisi barat dunia atau negeri bagian timur? Apakah di kota Nasrani atau di kota muslimin? Berikut penjelasannya.

Bulan Dzulhijjah paling populer di tengah masyarakat untuk menggelar pernikahan. Hal ini dikabarkan laman resmi Kementerian Agama RI bahwasanya bulan haji menjadi waktu yang banyak dijadikan hari menikah. Namun bagaimana syariat memandangnya, apakah muslimin disunnahkan untuk menikah di Bulan Dzulhijjah?