Buku Ya Allah, Aku Ingin Menikah. Kiat menjemput Jodoh

Buku Ya Allah, Aku Ingin Menikah. Buku Ya Allah, Aku Ingin Menikah. (Foto : Puput/Muslumahdaily.com)

Muslimahdaily - “Tidak ada yang bisa dilihat lebih indah bagi mereka yang sudah saling jatuh cinta kecuali pernikahan” (H.R Ibnu Majah)

Burhan Sodiq adalah seorang penulis yang telah banyak melahirkan karya dengan nuansa parenting. Dalam bukunya, ia menyisipkan motivasi untuk setiap hari dalam merayakan cinta sejati. Menikah adalah momentum yang amat ditunggu-tunggu kehadirannya, namun jodoh tidak ada yang tahu di manakah letaknya atau pun rupanya, jodoh bersemayam di tangan Allah dan hadir jika berada di waktu yang tepat, percayalah.

Muslimah, menikah mampu menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak diperlukan, menikah menambah pahala yang berlipat ganda, dan menikah mampu menjadi penyempurna agama. Namun, takdir yang telah tertulis di lauh mahfudz tak mampu dihapus kecuali atas kehendakNya. Hingga usia yang tak lagi muda menjadi terasa amat berat, pertanyaan bertubi-tubi melayang di memori, kata yang begitu menyakitkan terlebih saat menghadiri resepsi seorang kawan, “Kapan nyusul nikah?”

Memantaskan diri pun hadir memberi solusi. Dalam buku ini, Burhan Sodiq memaparkan langkah-langkah menuju nikah yang diantaranya : menyiapakn mental, tak lupa terus menggali ilmu, cantikkan fisikmu dari dalam dan luar, lalu siapkan materi yang kelak akan melayarkan bahtera rumah tangga.

Mulailah pengembaraan untuk mendapatkan seseorang yang diidamkan dalam pernikahan dengan menyesuaikan kriteria yang telah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ajarkan, melihat seseorang dari empat perkara yakni parasnya, hartanya, keturunannya, dan agamanya. Ingatlah! Agama menjadi sesuatu yang amat berharga, jika tidak melihat dari sisi agama, maka keberkahan rumah tangga belum tentu mengiringi detak-detak kehidupan.

Lebih rincinya, dalam buku ini memaparkan mengenai kriteria calon pasangan yang ideal di pelaminan nanti ialah seseorang yang taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan RasulNya, Al-Kafa’ah (sekufu) yakni sebanding dalam hal kedudukan, menyenangkan jika dipandang baik istri oleh suami begitupun suami oleh istri, subur dalam artian mampu menghasilkan keturunan, namun hal ini pun dapat memiliki artian siap memiliki keturunan.

Jodoh pun harus dijemput dari gengaman Allah, dan dalam buku ini menjelaskan juga bagaimana menjemput kekasih sehidup semati, yaitu:

1. Meminta dijodohkan kepada kedua orang tua,

2. Meninta bantuan teman yang dapat dipercaya,

3. Melalui biro jodoh yang dapat dipercaya,

4. Melalui komunitas seperti pengajian dan diskusi ilmiah atau yang lainnya, tentunya yang dapat dipercaya, dan

5. Jangan melalui dunia maya, karena dunia maya belum tentu mengadakan identitas yang asli.

Muslimah, menjadi seorang istri sholehah itu adalah fitrahnya kita dilahirkan ke dunia ini. Cintailah mereka atas nama Allah, cintailah suami dan anakmu sewajarnya. Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu pernah berkata :

“Jika engkau mencintai, janganlah berlebihan seperti seorang anak kecil yang mencintai seseuatu. Dan, jika engkau membenci, janganlah berlebihan hingga engkau suka mencelakai sahabatmu dan membinasakannya.”

Dan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu berkata :

“Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.”

Marilah raih ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan pernikahan.

Leave a Comment