Review Novel “Cinta Dalam Diam” yang Bikin Baper Maksimal

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Sebuah novel berjudul Cinta Dalam Diam karya Shineeminka menceritakan kisah cinta dua insan yang memiliki kepribadian sangat bertolak belakang. Mereka adalah Zahra dan Ali. 

Kisah cinta mereka bisa sampai ke tahap pelaminan karena buah hasil perjodohan orang tua masing-masing.

Novel ini dikemas dengan menarik karena menggabungkan kisah romansa dan islami yang bikin pembacanya terhibur. 

Dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga membuat pembaca mudah memahami perasaan setiap karakter tokohnya. Selain itu, novel ini menggunakan alur maju mundur karena ada bagian yang menceritakan masa lalu tokohnya.

Ada salah satu cuplikan kisah pada novel ini yang berkaitan dengan dalil agama. Contohnya ketika Zahra marah kepada Ali hingga tidur membelakangi Ali. Dalam agama islam saat tidur dilarang untuk membelakangi suami. Dengan bekal ilmu agama yang Zahra miliki, ia tetap tidur dengan posisi tubuh dan pandangan ke atas, ia menyelimuti dirinya hingga ke kepala.

Bagi yang penasaran, yuk simak cerita singkat dari novel Cinta Dalam Diam di bawah ini.

Seorang gadis lugu dan keras kepala bernama Zahra, sehari-harinya biasa menggunakan celana jeans dan kemeja. 

Suatu ketika Zahra diminta ibunya menggunakan gamis untuk menghadiri pengajian rutin di rumah Tante Anisa.

Zahra pun menolak dan lebih memilih membaca sebuah buku sambil mengelilingi taman di rumah Tante Anisa.

Berkat buku yang sempat dibaca Zahra tentang mulianya seorang Fatimah Zahra, ia jadi membulatkan tekadnya untuk mengenakan baju gamis dan memperdalam ilmu agama lebih giat.

Pertemuan pertama antara Ali dan Zahra adalah saat Zahra dipanggil oleh ibunya, dengan langkah terburu-buru akhirnya Zahra tersandung batu karena ceroboh. 

Ketika ia jatuh, Ali melontarkan perkataan pedas dan tidak sopan kepadanya. Hal itu menjengkelkan perasaan Zahra dan ia menilai bahwa Ali adalah orang yang ketus dan cuek.

Orang tua Ali dan Zahra diam-diam menjodohkan mereka. Sifat Ali yang soleh dan patuh membuat dirinya tak bisa menolak. Sebab ia berpikir jika menentang perintah sang ibu maka ilmu yang dimiliknya tidak akan mendapat keberkahan dari Allah.

Kemudian Zahra, gadis polos yang ceroboh tidak bisa menolak perjodohan itu karena tidak ingin ibunya marah.

Pada hari pertama setelah pernikahan, Zahra sadar bahwa suaminya tidak mencintainya. 

Ternyata Ali masih mencintai masa lalunya, Ayana, yang merupakan sepupu Zahra. Ali mencitai Ayana dalam diam. 

Kabar itu mengiris hati Zahra sangat pedih. Zahra merasa ia menghalangi hubungan asmara Ali dan Ayana. Pada akhirnya Zahra memutuskan untuk menerima semua pilihan Ali asal membuat Ali mendapatkan kebahagiaan meski hatinya akan terluka. Dirinya yakin akan ada hal indah dari Allah dari sifat sabarnya itu.

Setelah semua hal menyakitkan itu terjadi, Ali akhirnya tersadar dan melupakan cinta pertamanya, Ayana. Sifat Ali yang egois berujung kepada sebuah penyesalan yang membuat hatinya terasa sakit. 

Cinta Ali terhadap Zahra tumbuh setelah medapatkan teguran dari sang Maha Kuasa. Ditambah hadirnya Andra yang mengungkapkan kepada Ali bahwa Andra menyimpan rasa untuk Zahra.