Alya Zurayya dan Single Lagu 'Ruang Tanpa Rencana': Menua Bersama Hingga Ajal Itu Adalah Cinta Sejati

Alya Nur Zurayya Alya Nur Zurayya

Muslimahdaily - Debut tayang perdana pada 22 Maret 2019, lagu “Ruang Tanpa Rencana” yang dibawakan oleh penyanyi berhijab Alya Nur Zurrayya sukses membetot perhatian netizen di media sosial.

Lagu single kedua ini meraih 185 ribuan penonton di akun Youtube dengan 79 ribu subscriber. Melambungkan nama gadis yang akrab dipanggil Alya atau Lya ini di jagad musik indie.

Sebelumnya pada tahun 2018, nama Alya berhasil naik daun dengan beberapa lagu yang ditulisnya sendiri bertajuk “Dengarlah Rasa” dan “Embun”.

Nah, beruntung banget nih, gadis berbakat ini mau berbagi dengan tim Muslimah Daily untuk menceritakan kisah dibalik proses pembuatan lagu Ruang Tanpa Rencana. Seperti apa kisah yang dituturkan Alya Zurrayya? Yuk, kita simak wawancara eksklusif dengan tim Muslimah Daily berikut.

#1: Alya, lagu Ruang Tanpa Rencana berkisah tentang apa?

Sebenarnya lagu ‘ruang tanpa rencana’ itu target pasarnya untuk anak remaja dan percintaannya. Lagu itu seperti cara aku dalam memahami sesuatu ketika kita sedang terjebak dalam situasi yang tak terduga. Misalnya, ketika kita memiliki masalah tentang percintaan, kesedihan, kesenangan, tentunya ada sesuatu  makna berharga yang bisa diambil.

Seperti liriknya, “Kala nestapa sirna hampa melebur hampa berganti makna, Ruang tanpa rencana selalu ada alasan dari setiap perjumpaan.” Itu maksudnya di saat kesedihan hilang, perasaan yang tadinya hampa akan berganti penuh makna. Ketika kita merasa terjebak tanpa ada solusi, selalu ada alasan dari setiap kejadian. Meskipun kita tidak pernah tahu mengapa peristiwa itu terjadi, tetapi Tuhan sudah memiliki rencana terindah untuk kita.

#2: Kalau target pasarnya untuk anak remaja, kenapa video klipnya menggunakan orang lansia?

Aku kepingin semua cerita di balik laguku bisa bersifat universal dan bisa berhubungan dengan semua hal. Tidak hanya lagu berkisah percintaan yang sudah umum. Aku ingin bisa menyampaikan apa yang aku rasakan kepada para penikmat musikku.

Biasanya, kalau lagu percintaan tentang perasaan cinta si pelaku yang amat besar, tetapi pasangannya tiba – tiba pergi dan tak pernah kembali, dikisahkan secara biasa, maknanya menjadi hilang.. biasa saja tanpa ada yang berkesan.

Nah, di lagu ini aku sengaja membikin video klip dengan model orang lansia agar lebih unik. Sadar enggak kalau dalam video ini pasangan orangtua itu adalah tunawicara? Mereka cuma berkomunikasi pakai bahasa isyarat dan hidup berdua tanpa anak. Tetapi, mereka bisa tetap harmonis dan menua bersama. Ini yang ingin aku coba sampaikan kepada penonton bahwa bisa berdua sampai tua hingga ajal menjemput itu adalah cinta sejati. Ibaratnya cinta sejati itu tidak bisa menua dan tidak bisa dimakan usia.

Aku sengaja ingin membuat ceritanya seperti itu karena memang belum pernah ada dan membuat identitas unik untuk diriku sendiri agar lebih mudah diingat orang.