Rilis Single “Ruang Tanpa Rencana”, Alya Zurayya Pilih Konsep Antimainstream

By September 29, 2019 0
Alya Nur Zurayya Alya Nur Zurayya

Setelah sukses merilis dua single yang ditulisnya sendiri pada tahun lalu berjudul “Dengarlah Rasa” dan “Embun”, Alya Zurayya kembali menghentak jagat musik indie dengan single terbarunya “Ruang Tanpa Rencana”.

Debut tayang perdana pada 22 Maret 2019, Alya tak mau kehilangan daya magisnya dalam menulis lagu – lagu bertema puitis. Sambutan hangat dari para netizen dan viewers di akun Youtube pribadinya cukup menggembirakan. Lagu single “Ruang Tanpa Rencana” meraih 134 ribuan penonton dengan 63 ribu subscriber.

Dalam wawancara bersama tim Muslimadaily, Alya berbagi kisah di balik proses pembuatan lagu “Ruang Tanpa Rencana”. Dirinya sengaja menargetkan pasar kalangan anak remaja dan percintaannya yang masih prospek dari segi bisnis. Di samping itu, Alya juga ingin melalui lirik yang puitis, lagu “Ruang Tanpa Rencana” dapat dimaknai lebih mendalam oleh para pendengarnya.

“Sebenarnya lagu ‘ruang tanpa rencana’ itu target pasarnya untuk anak remaja dan percintaannya. Lagu itu seperti cara aku dalam memahami sesuatu ketika kita sedang terjebak dalam situasi yang tak terduga. Misalnya, ketika kita memiliki masalah tentang percintaan, kesedihan, kesenangan, tentunya ada sesuatu  makna berharga yang bisa diambil,” papar gadis cantik berhijab ini.

Lirik syarat akan makna

Lirik “Ruang Tanpa Rencana” sengaja dibuat dengan proses pemilihan kata yang detail. Alya menjelaskan bahwa ia ingin agar liriknya terdengar lebih berkesan.

“Seperti liriknya, ‘Kala nestapa sirna hampa melebur hampa berganti makna, ruang tanpa rencana selalu ada alasan dari setiap perjumpaan’, Itu maksudnya di saat kesedihan hilang, perasaan yang tadinya hampa akan berganti penuh makna. Ketika kita merasa terjebak tanpa ada solusi, selalu ada alasan dari setiap kejadian. Meskipun kita tidak pernah tahu mengapa peristiwa itu terjadi, tetapi Tuhan sudah memiliki rencana terindah untuk kita,” pungkas gadis kelahiran Jakarta, 08 Mei 1998 ini.

Meski masih mengusung konsep lagu cinta yang umum di pasaran, tetapi Alya menjelaskan bahwa ia selalu total dalam menulis lirik lagu yang memiliki identitas tersendiri.

 “Aku kepingin semua cerita di balik laguku bisa bersifat universal dan bisa berhubungan dengan semua hal. Tidak hanya lagu berkisah percintaan yang sudah umum. Aku ingin bisa menyampaikan apa yang aku rasakan kepada para penikmat musikku,” ungkap Alya.

“Biasanya, kalau lagu percintaan tentang perasaan cinta si pelaku yang amat besar, tetapi pasangannya tiba – tiba pergi dan tak pernah kembali, dikisahkan secara biasa, maknanya menjadi hilang, biasa saja tanpa ada yang berkesan,” tambahnya lagi.

Lansia sebagai model video klip

Sedari awal dirinya berusaha menargetkan pendengar dari kalangan kawula muda. Tetapi, sebaliknya ia justru menggunakan model video clip dari kalangan orang lansia agar makna lagu “Ruang Tanpa Rencana” lebih mudah diingat dan unik.

“Nah, di lagu ini aku sengaja membuat video klip dengan model orang lansia agar lebih unik. Sadar enggak kalau dalam video ini pasangan orangtua itu adalah tunawicara? Mereka cuma berkomunikasi pakai bahasa isyarat dan hidup berdua tanpa anak. Tetapi, mereka bisa tetap harmonis dan menua bersama. Ini yang ingin aku coba sampaikan kepada penonton bahwa bisa berdua sampai tua hingga ajal menjemput itu adalah cinta sejati. Ibaratnya cinta sejati itu tidak bisa menua dan tidak bisa dimakan usia,” jelasnya panjang lebar.

Alya juga menyebutkan bahwa sekalipun sudah banyak lagu dan video klip tema serupa, tetapi ia merasa belum pernah ada video klip yang mengangkat tema ini. Dirinya berharap agar hal ini bisa membuatnya semakin dikenal dan diingat oleh para penikmat musik indie.

 “Aku sengaja ingin membuat ceritanya seperti itu karena memang belum pernah ada dan membuat identitas unik untuk diriku sendiri agar lebih mudah diingat orang,” harap Alya.

Last modified on Sunday, 29 September 2019 13:07

Leave a comment

© 2019 Muslimahdaily.com All Rights Reserved. Part Of Genmediautama