Sivia Azizah, Memaknai Patah Hati Sebagai Proses Pendewasaan Diri

Sivia Azizah Tampil “Pinkish” di Panggung JFW 2020 Sivia Azizah Tampil “Pinkish” di Panggung JFW 2020 ( Foto : Muslimahdaily.com/Yumna )

Muslimahdaily - Dalam proses percintaan, patah hati juga mengambil peran di dalamnya. Tidak selalu kisah percintaan diisi dengan hal-hal yang manis, pasti di antara kita pernah mengalami patah hati. Setiap orang memaknai patah hati dengan perspektiv yang berbeda.

Ada yang menganggap diri sendiri sudah tak layak dicintai, bahkan ada pula yang mengakhiri dirinya karena patah hati. Namun, tak sedikit pula ada yang memaknai patah hati sebagai proses pendewasaan diri.

Begitu pula yang   oleh artis cantik, Sivia Azizah. Dikenal sebagai penyanyi eks girlband Blink, kini ia tengah kembali fokus dalam musik setalah vakum dua tahun lamanya. 

Sivia merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang memaknai patah hati sebagai bagian dari proses pendewasaan dirinya. Lewat kanal Youtube milik Menjadi Manusia, ia berbagi banyak kisah dan cerita salah satunya soal cinta. 

"Aku pernah mengalami suka sama orang dalam suatu hubungan yang di mana aku nempel banget sama dia. Tapi ketika hubungan itu harus berpisah karena satu dan lain hal, ternyata perpisahan ini yang menjadikan aku jauh lebih dewasa. Karena ternyata di proses ini aku banyak belajar," ujarnya.

Sivia mengaku, dulu ia sering menganggap remeh soal patah hati yang tengah dirasakan oleh teman-temannya. Bahkan hanya ia sendiri yang mengatakan, jika patah hati temannya tersebut terlalu berlebihan atau lebay. Namun, ketika waktunya ia merasakan hal yang sama ia baru sadar jika patah hati itu sangat menyakitkan.

"Aku ngerasain, rasanya tuh nano-nano banget maksudnya the real broken heart dan menurut aku itu rasanya aneh banget," tambahnya.

Namun, dari putus cinta yang tengah ia rasakan saat itu, ia jauh lebih mengenal dirinya sendiri. Yang mana selama ini hanyalah memikirkan perasaan lain tanpa memikirkan perasaannya sendiri. 

"Proses aku putus tuh proses aku mengenali diri aku lagi, aku tuh maunya apa, aku tuh sukanya apa, aku sedih atau seneng kalau diperlakukan seperti apa. Jadi salah satu proses pendewasaan diri aku, salah satunya patah hati," ucapnya.

Menurutnya, saat patah hati yang bisa menyembuhkan ialah diri sendiri. Karena menurutnya, sejauh apapun dan sebesar apapun masalah yang tengah dialami, hanyalah diri sendiri yang bisa membenahinya. 

"Dari proses patah hati ini akau bisa mengenal diri, bisa lebih sensitiv, bisa lebih aware, bisa lebih mensyukuri apa yang udah ada. Jadi di momen itu juga, aku tau meditasi dan yoga untuk merefresh diri," ungkapnya.

Last modified on Senin, 09 Desember 2019 01:40

Leave a Comment