Curhatan Zaskia Mecca dan Alyssa Soebandono jadi Guru Dadakan untuk Anak

Zaskia Adya Mecca bersama keempat anaknya Zaskia Adya Mecca bersama keempat anaknya ( Foto: Instagram/zaskiadyamecca )

Muslimahdaily - Fenomena virus COVID-19 yang tengah merebak di tengah masyarakat mengakibatkan pemerintah memberlakukan aturan baru di antaranya meniadakan kegiatan di sekolah dan menggantinya dengan belajar di rumah.

Kegiatan tersebut menambah tanggung jawab bagi para orangtua di rumah. Mereka diharuskan mendampingi anaknya belajar di rumah. Tentu hal ini bukan hal yang mudah. Apalagi bila punya lebih dari satu anak.

Hal ini ternyata juga dirasakan oleh para artis yang memiliki anak. Tak sedikit dari mereka yang merasa kerepotan, namun mereka juga mengaku menikmati profesi jadi guru sementara itu. Seperti halnya Zaskia Mecca dan Alyssa Soebandono.

Zaskia Adya Mecca

Setelah menikah lebih dari 10 tahun, pasangan Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo dikaruniai 4 orang anak. Sybilla, anak sulung keduanya berusia 10 tahun, sedangkan Bhre, si bungsu telah berusia hampir 2 tahun.

Tentu bukan hal mudah bagi Zaskia, apalagi ketika harus jadi guru dadakan bagi ketiga anaknya yang bersekolah. Hal ini disampaikan langsung oleh Bia, sapaan Zaskia melalui unggahan Instagram Story-nya pada Selasa (17/3) lalu.

“Anaknya 3 yang sekolah, tiap hari ada tugas di google class room minimal 3 tugas. Ngajarin satu anak kerjain satu tugas aja butuh 30 menit minimal, belom motivasi dia buat mulai kerjain,” tulisnya.

“Paketan jadi guru inggris, pkn, Bahasa Indonesia, math, PE, agama, art di 3 stage sekolah,” tambah Bia.

Alyssa Soebandono

Hal sama diungkapkan oleh Alyssa Soebandono. Ibu dua anak ini mengutarakan kesulitannya menjadi guru pengganti bagi Rendra yang terpaksa harus belajar di rumah.

“Siapa sangka, semua yang terlihat mudah, dibutuhkan kesabaran,” curhat Icha melalui keterangan foto di unggahan Instagram-nya pada Selasa (17/3) lalu.

Icha mengaku harus berpikir keras mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kritis sang buah hati.

“Belum lagi pertanyaan kritis yang Rendra lontarkan, seperti ‘Kok sekolah abang libur terus sih, Bunda? Kapan masuknya ini? Kok abang sekolahnya di rumah? Kenapa abang nggak pakai seragam?” Cukup membuat otak saya berpikir keras mencari jawaban yang tepat,” tulis Icha.

Last modified on Rabu, 18 Maret 2020 13:40

Leave a Comment