Teuku Wisnu Kerahkan Ambulans Saat Demonstrasi di Malang

teuku wisnu teuku wisnu (foto: instagram.com/teukuwisnu)

Muslimahdaily - Unjuk rasa besar-besaran yang terjadi kemarin (8/10) telah membuat beberapa public figure terenyuh. Salah satunya adalah seorang artis sekaligus pebisnis Teuku Wisnu. Ia menunjukkan rasa empatinya kepada para korban unjuk rasa penolakan RUU Omnibus Law dengan menyediakan ambulans untuk para demonstran yang terluka atau sakit.

Teuku Wisnu mengirimkan 2 unit mobil ambulans Malang Strudel setelah kericuhan terjadi di kota Malang, Jawa Timur pada hari Kamis (8/10). Wisnu berharap dengan mengirimkan mobil ambulans bisa membantu para demonstran yang terluka.

"Kemarin, saya mendapat kabar dari rekan saya di Malang. Mungkin sama dengan kota lain, terkait aksi turun jalan," tulis Teuku Wisnu pada keterangan video di akun Instagram pribadinya. "Mendengar kabar tersebut, tidak menunggu lama, kami langsung tergerak untuk mengerahkan 2 unit ambulans untuk ikut turun ke lapangan dan berjaga selama demo berlangsung," sambungnya.

https://www.instagram.com/p/CGG_KLxn9ox/

Dilansir dari Kompas, Sabtu (10/10), tiap ambulans terdiri dari 9 orang tenaga medis untuk menangani langsung para korban. Selanjutnya, korban dirujuk langsung ke rumah sakit terdekat.

“Kami bergerak aktif untuk membantu peserta aksi yang terluka saat aksi berlangsung. Ambulance Malang Strudel memang diperuntukan kepada warga Malang. Tim kami standby di lokasi aksi,” kata Teuku Wisnu saat dihubungi Kompas, Jumat (9/10).

Aksi penyelamatan terus dilakukan sampai demo usai hari itu. Seorang tim medis, Kresna mengatakan bahwa mobil ambulans berhasil menampung beberapa korban terluka.

“Ambulance angkat peserta aksi yang terluka. Kami langsung bawa ke rumah sakit. Alhamdulillah sangat bermanfaat sekali untuk warga dan peserta aksi,” ujar Kresna. Total ada 50 korban yang telah diselamatkan oleh tim medis dengan dua unit mobil ambulansnya.

Besar harapan Wisnu agar situasi kondusif kembali dan tidak adanya lagi kericuhan yang menimbulkan korban terluka.

Last modified on Sabtu, 10 Oktober 2020 21:23