4 Rekomendasi Film Keluarga Indonesia yang Penuh dengan Pesan Moral

Rekomendasi Film Keluarga Rekomendasi Film Keluarga

Muslimahdaily - Disadari atau tidak film selalu memiliki pesan atau nilai moral di dalamnya yang ingin disampaikan kepada penontonnya. Banyak nilai yang terkandung di dalam sebuah film mulai dari nilai kehidupan hingga hiburan semata.

Keluarga selalu menjadi topik yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah film dengan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Berikut rekomendasi film keluarga yang banyak mengandung nilai moral di dalamnya:

1. Keluarga Cemara (2019)

Film ini bercerita tentang Abah yang mengalami kebangkrutan yang disebabkan oleh kakak iparnya. Akibat hal tersebut, harta dan rumahnya disita. Kejadian tersebut menyebabkan keluarganya harus pindah sementara ke sebuah desa di Jawa Barat. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal Abah saat kecil dan warisan sang ayah.

Dikarenakan kasus Abah di pengadilan mengalami kekalahan, akhirnya mereka harus tinggal selamanya di rumah itu. Abah pun harus beralih profesi, begitu pun dengan anak-anaknya yang harus mengadaptasi diri lagi dengan lingkungan sekolah barunya.

Dalam film ini Abah merasakan konflik batin akibat rasa bersalahnya yang menyebabkan keluarga mereka harus pindah dari rumah lamanya. Emak yang selalu memberikan ketenangan kepada Abah dan anak-anaknya. Euis yang menyalahkan Abah dan harus belajar menerima keadaan serta menahan egonya. Ara, si gadis periang yang bisa menjadi pencair suasana di tengah masalah yang menimpa keluarganya.

Film ini mengajarkan kita untuk tetap bersyukur terhadap kondisi apapun yang kita hadapi. Film ini juga mengajarkan kita tentang kesederhanaan, kerja keras, ketulusan dan membuat kita menyadari bahwa keluarga adalah harta paling berharga milik kita.

2. Susah Sinyal (2017)

Film garapan Ernest Prakasa ini bercerita tentang hubungan antara ibu dan anak yang renggang karena kesibukan sang ibu yang merupakan single-mother. Kesibukan sang ibu (Ellen) yang merupakan seorang pengacara membuat ia kehilangan waktu kebersamaan dengan sang anak. Dan membuat Kiara (sang anak) lebih dekat dengan neneknya (Agatha).

Hingga ketika neneknya meninggal, Kiara terguncang hebat dan merasa tidak lagi memiliki sandaran karena hubungannya dengan sang ibu yang tidak dekat.

Untuk mengobati kesedihan anaknya, Ellen memutuskan untuk mengajak Kiara berlibur ke Sumba. Namun ditempat itu sinyal susah terjangkau. Namun hal itu justru dapat kembali membangun kedekatana antara Ibu dan anak itu.

Dari film ini kita dapat memetik pelajaran bahwa harta tak melulu dapat menjamin kebahagian. Selain itu film ini mengajarkan kita bahwa sesibuk apapun waktumu, keluarga harus tetap diutamakan, sehingga hubungan antara anggota keluarga akan tetap harmonis.

3. Orang Kaya Baru (2019)

Film ini bercerita keluarga yang hhidup dengan sederhana namun dipenuhi dengan keharmonisan. Namun dibalik kehidupan yang penuh dengan kesederhanaan, sang Bapak menyimpan rahasia tentang warisan yang dimilikinya. Sehingga ketika sang Bapak meninggal, anggota keluarga yang lain baru mengetahui fakta mengejutkan tersebut.

Kehidupan mereka pun berubah, yang tadinya hidup sederhana kini berubah menjadi orang kaya baru. Hidup bergelimangan harta membuat mereka jadi lupa diri.

Film ini mengandung nilai moral bahwa uang bukanlah sumber kebahagiaan, selain itu fil ini juga mengajarkan bahwa keluarga adalah segalanya, dan kebahagiaan dapat diperoleh dari hal sederhana seperti berkumpul dengan keluarga.

4. Cek Toko Sebelah (2017)

Film yang disutradarai dan diperankan oleh Ernest Prakasa ini menceritakan tentang usaha toko kelontong Koh Afuk yang memiliki dua orang anak. Di mana kehidupan dua anaknya ini sangat bertolak belakang, sang kakak (Yohan) yang bekerja menjadi fotografer serabutan dan sang adik (Erwin) yang memiliki pekerjaan yang mapan.

Kondisi Koh Afuk yang sudah renta dan membuatnya menyuruh Erwin untuk meneruskan usahanya itu, padahal Erwin saat itu memperoleh tawaran masa depan yang lebih cerah dari kantornya. Yohan sebagai anak pertama merasa lebih berhak mengurus toko itu namun sang ayah justru tidak mempercayainya. Yohan tidak terima dengan keputusan itu, sementara sang adik sedang dilema menghadapi pilihan untuk meneruskan usaha keluarganya atau meneriwa tawaran dari kantornya.

Film ini mengajarkan kita untuk tetap menghormati dan berbakti kepada orang tua apapun kondisinya. Selain itu kita juga diajarkan untuk selalu mendinginkan kepala dan duduk bersama membicarakan permasalahan untuk mencari solusinya.

Ternyata banyak film Indonesia yang mengandung nilai moral yang patut kita teladani. Jadi selain memperoleh hiburan, nilai-nilai positif yang terdapat dalam film juga dapat kita terapkan dalam kehidupan kita.

Leave a Comment