Ramaikan Suasana Lebaran dengan Bernostalgia Lewat 5 Film Religi Indonesia

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meramaikan suasana lebaran. Karena tak bisa bersilaturahim secara langsung, maka tak ada salahnya untuk menonton film.

Sahabat Muslimah dapat memilih berbagai macam genre yang ada, salah satunya film yang bertema islami. Selain bersifat menghibur, Sahabat Muslimah juga akan mendapatkan banyak hal dari film-film ini, salah satunya menambah pengetahuan dan wawasan tentang Islam. Selain itu, Sahabat Muslimah juga dapat memetik makna yang terkandung di dalamnya.

Sebenarnya, sangat disayangkan karena banyak bioskop Indonesia yang harus tutup akibat pandemi. Bahkan banyak film yang gagal tayang. Namun jangan khawatir, Sahabat Muslimah masih tetap bisa menikmati berbagai film religi lama baik secara online maupun offline yang tentunya dapat dinikmati di dalam rumah.

Film-film lama ini tentunya dapat diakses dengan mudah. Selain mudah didapatkan, Sahabat Muslimah akan merasakan sensasi bernostalgia lewat film-film lama ini. Mungkin salah satu dari film yang akan Muslimahdaily uraikan memiliki sejarah tersendiri bagi Sahabat Muslimah. Untuk itu, mari simak beberapa film religi berikut.

Perempuan Berkalung Sorban (2009)

Film ini yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini memberikan inspirasi kepada perempuan yang mengalami kesulitan dan menderita akibat pelecehan. Isi filmnya sendiri tentang perempuan yang tinggal di dalam lingkungan patriarki dan cara dia mengeluarkan dirinya sendiri dari lingkungan tersebut. Dari film ini kita dapat melihat perjuangan tokoh utama, yakni Anissa (Revaline S. Temat) memperjuangkan hak-hak perempuan muslim di tengan rintangan keluarga pesantrennya yang konservatif.

99 Cahaya di Langit Eropa (2013)

Film yang dirilis oleh Maxima Picture ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Film ini mendapat pujian dari mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono saat pemutaran filmnya.

Berkisah tentang seorang jurnalis asal Indonesia yang menemani suaminya kuliah di Vienna, Austria. Di sanalah ia bertemu dengan seorang muslim yang membawanya menyusuri jejak-jejak Islam di benua Eropa.

Haji Backpacker (2014)

Berkisah tentang pemuda bernama Mada (Abimana Aryasatya) yang merasa marah kepada Tuhan. Ia lalu memutuskan untuk menjadi backpacker dan meninggalkan Tuhan, keluarga bahkan sahabatnya. Selama perjalanan Mada menemukan kebahagiaan ragawi, tetapi merasa kosong secara rohani. Hingga akhirnya ia kembali melalui serangkaian peristiwa, berkelana dari satu negara ke negara lainnya, menyingkap kesadaran demi kesadaran, dan mengerti bahwa Tuhan sebenarnya mencintai dan selalu menjaganya dengan aturan yang sempurna.

Film Bulan Terbelah di Langit Amerika (2015)

Bulan Terbelah di Langit Amerika mengisahkan tentang kelanjutan petualangan Hanum dan Rangga dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa yang berlanjut hingga ke Amerika Serikat. Film ini disutradarai oleh Hanum Rais dan dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Acha Septriasa, Nino Fernandez dan Rianti Cartwright.

Mencari Hilal (2015)

Berkisah tentang perjuangan Mahmud (Dedy Sutomo) yang telah berumur 60 tahun dalam mencari hilal. Berawal dari Mahmud yang merasa geram saat mendengar isu sidang Isbat Kementrian Agama yang menelan dana sembilan milyar untuk menentukan hilal. Ditemani oleh anaknya, Heli (Oka Antara), yang seorang aktivis lingkungan hidup, Mahmud ingin membuktikan kepada semua orang bahwa ibadah tidak dibuat untuk memperkaya diri. Hilal bisa ditemukan tanpa harus menelan biaya milyaran.

Kelima film di atas sangat patut untuk ditonton oleh jelang lebaran ini. Selain ceritanya yang menarik, makna yang terkandung di dalamnya juga tidak kalah mengagumkan, lho Sahabat Muslimah.

Leave a Comment