Ketika Kaligrafi China dan Arab Bertemu : Karya Seni Indah Berlafazkan Al-Qur'an

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Seni menjadi salah satu bahasa yang digunakan sebagai alat untuk mengutarakan suatu pesan. Tak jarang, seni pun digunakan sebagai cara menghantarkan ajaran agama. Islam contohnya. Seni dalam Islam berkembang pesat dalam hal kaligrafi. Kaligrafi pun sering digunakan untuk menambah keindahan arsitektir islami.

Turunnya Al-Qur’an sebagai kitab suci umat muslim, semakin mendorong para seniman muslim untuk membuat kaligrafi. Sementara itu, kaligrafi China berkembang dengan caranya sendiri. Kaligrafi China dinilai sebagai bentuk tertinggi dari kesenian China.

Baik kaligrafi Islam dan China, keduanya mempunyai ciri khasnya masing-masing. Bahkan dapat dikatakan berlawanan. Namun, bagaimana jadinya bila kedua hal ini berkolaborasi dan berjalan seiringan?

Haji Noor Deen menjawab keraguan itu. Seniman kelahiran 1963 ini mempunyai nama lengkap Haji Noor Deen Mi Guang Jiang. Ia dikenal sebagai master kaligrafi Arab terkenal yang lahir di Provinsi Shandong, China. Dirinya pertama kali belajar kaligrafi pada umur tujuh belas tahun. Waktu itu ia belum mengenal huruf Arab. Namun seiring waktu, ia mulai belajar bahasa dan huruf Arab serta ilmu Islam lainnya di masjid di China.

Semakin tertarik dengan kaligrafi arab, Noor Deen yang saat itu masih remaja memutuskan untuk menuntut ilmu ke Mesir. Pada tahun 1997, ia menjadi orang China pertama yang memperoleh ijazah kaligrafi Arab. Setelah itu, ia mulai mengajar kesenian kaligrafi Arab di Zhengzhou Islamic College, China. 

Noor Deen dengan lihai menggabungkan huruf Arab dan Cina dengan indah. Keseniannya ini memperkenalkan wajah baru dari dunia kaligrafi. Subkategori ini disebut ‘Sini’, bentuk kaligrafi Islam China yang ditulis dengan huruf Arab. Dilihat sekilas, karya Noor Deen ini memang terlihat seperti huruf China, namun sebenarnya kaligrafi ini ditulis dengan huruf Arab.

Karya Noor Deen kini telah bertempat di berbagai museum terbaik di dunia. The Ninety Nine Names of God atau Asmaul Husna telah mengisi The British Museum pada tahun 2005. Karyanya itu menjadi satu-satunya kaligrafi Arab hasil seniman China di sana.

Karyanya yang lain juga tersimpan di San Francisco Asian Museum, Harvard University Art Museum, National Museum of Scotland dan Islamic Arts Museum di Malaysia. 

Kini, Haji Noor Deen telah mempunyai akademi seni kaligrafi berdasarkan Al-Qur'an satu-satunya di China. Akademi  dengan nama Chinese House for the Arts of Islamic Arabic Calligraphy atau yang biasa disebut Guang Ji De Studio berada di Provinsi Henan. 

Berkat kegigihannya itu, Noor Deen telah banyak diberikan penghargaan. Pengharagaan 500 Muslim Paling Berpengaruh telah ia dapatkan dejak tahun 2009 hingga 2012. Tahun 2016 lalu, ia menerima penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan ekonomi Islam di dunia dalam acara Dubai Islamic Economy Award.

Leave a Comment