Unik Masjid Kapal Nabi Nuh Kini Ada di Semarang

Ilustrasi Ilustrasi ( Foto : Kemenpar)

Muslimahdaily - Ada yang unik di pinggiran kota Semarang wilayah Barat. Di tengah-tengah hutan desa Podorejo, Kecamatan Ngaliyan tersebut kini berdiri sebuah masjid megah. Apa yang membuat masjid ini beda dan unik? Masjid tersebut dilengkapi dengan sebuah kapal besar. Bahkan, layaknya kapal sungguhan, masjid yang terkenal dengan sebutan masjid “Kapal Nabi Nuh” ini juga memiliki bagian buritan dan haluan di dalamnya. 

Masjid dengan nama asli Masjid As-Safinatun tersebut digagas oleh seorang ulama asli Semarang, Kyai Achmad. Masjid kapal tersebut terinspirasi dari sebuah masjid di Pakistan yang juga memiliki ornamen kapal di dalamnya. Selain itu, sang pemilik masjid juga ingin mengingatkan sejarah Nabi Nuh melalui berdirinya masjid tersebut agar warga sekitar selalu ingat kebesaran Allah saat menurunkan air bah hujan pada masa Nabi Nuh kepada umatnya yang membangkang. 

Jika dilihat sekilas, masjid yang dilengkapi kapal tersebut seperti sebuah apartemen. Sebab, bentuknya yang kotak-kotak persegi dilengkapi banyak jendela berbentuk mozaik. Selain itu hanya memiliki kubah kecil berwarna hijau di bagian belakang masjid.

Kapal yang dijadikan sebagai pelengkap tersebut memiliki panjang sekitar 50 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 14 meter. Masjid tersebut dibangun di atas tanah seluas 2.500 meter persegi. Selain itu kapal tersebut akan dilengkapi dengan jendela berbentuk oval. Jumlahnya sebanyak 74 buah. Bangunan kapalnya sendiri memiliki enam pintu utama, yakni di samping kanan dan kiri. 

Masjid tersebut memiliki tiga lantai. Untuk lantai pertama berfungsi sebagai ruang pertemuan. Lalu, lantai dua untuk ibadah shalat. Sementara, di lantai ketiga digunakan untuk mengajar dan berfungsi sebagai balai kerja. Kelak, sang pemilik akan menambahkan asrama putri. Masjid As-Safinatun juga bebas digunakan warga sekitar untuk keperluan hajatan, pertemuan ataupun resepsi pernikahan. 

Selain itu, masjid yang berdiri di tengah hutan dan dikelilingi sawah ini, akan ditambahkan sebuah kolam air di pinggir bangunan. Tujuannya, supaya memberi kesan tampak seperti berada di lautan. 

Masjid yang menelan biaya sekitar Rp 5,5 miliar itu memang belum rampung. Namun, keberadaannya sudah mengundang warga sekitar bahkan luar kota untuk mengunjunginya. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut dan membagikannya melalui media sosial. 

Meski masjid kapal Nabi Nuh tersebut berdiri kokoh, namun akses jalan menuju ke sana masih belum diperbaiki dengan baik. Jalan menuju masjid tersebut tergolong sempit. Untuk itu, pemilik masjid berharap ke depan ada perbaikan jalan menuju Desa Podorejo tersebut. Sebab, masjid tersebut diperkirakan akan menjadi tempat wisata religi ke depannya. 

Leave a Comment