Pengalaman Mahasiswi Muslim Asal Indonesia Puasa Ramadhan di Beijing

Sahur di Masjid Niujie Beijing Sahur di Masjid Niujie Beijing Foto : REUTERS

Muslimahdaily - Beijing merupakan ibukota Republik Rakyat Tiongkok dan salah satu kota terpadat di dunia, dengan populasi penduduk lebih dari 19 Juta Jiwa. Di kota yang identik dengan Greet Wall ini, islam sangat berkembang pesat ternyatat sudah ada 72 masjid, dan 12 diantaranya masjid – masjid besar.

Berpuasa di Beijing merupakan tantang tersendiri bagi para mahasiswa muslim dari Indonesia, Musim panas yang saat ini sedang dialami beberapa negera subtropis, menjadikan waktu berpuasa menjadi lebih panjang.

Cuaca yang panas dan waktu puasa yang mencapai 17 jam, tidak menjadi alasan bagi para mahasiswa muslim di Beijing untuk tidak berpuasa.

“MasyaAllah,  padahal kita puasa di Beijing lebih lama dari Indonesia dan disini lagi musim panas, tantangannya pun lebih terasa, tapi tak pernah saya mendengar keluhan dari teman – teman yang berpuasa disini,” ujar Okta Fitrya seorang mahasiswi Indonesia yang sedang melanjutkan double degreenya di Beijing, saat dihubungi Muslimahdaily.com melalui Email (25/06/15)

Ramadhan di Beijing tidak semeriah di Indonesia, suasananya seperti hari biasa, di Beijing tidak ada yang berjualan takjil dipinggir jalan seperti halnya di Indonesia, hanya beberapa masjid yang mengadakan berbuka puasa setiap ramadhannya.

Banyak pengalaman mengesankan yang dialami mahasiswa muslim dari Indonesia, salah satunya pengalaman seputar terawih.

“Karena kami tidak tahu shalat tarawih berjamaah jam berapa, saya dan teman2 yg lain jalan jam 10, ternyata setelah sampai di masjid kita sudah telat 2 rakaat. Perjalanan dari asrama menuju masjid kurang lebih 10-15 menit dengan bus. Selesai shalat itu jam 11 malam, dan saat melihat jadwal batas akhir bus beroperasi Cuma sampai jam 10.30 malam. Alhasil kami menunggu 30 menit dengan harapan ada bus terakhir yang lewat ternyata setelah 30 menit tak ada bus, jadi kami pulang dengan jalan kaki sekitar 45-60 menit,” jelas Okta Fitrya.

Terkait dengan maraknya larangan berpuasa bagi muslim uighur di Xinjiang, para mahasiswa muslim di Beijing tidak mengalami masalah untuk berpuasa dan berhijab. “Alhamdulillah untuk di Beijing nya sendiri tak ada masalah, masih boleh puasa, masih bisa berhijab,” terang Okta Fitrya.

Last modified on Sabtu, 27 Jun 2015 20:23

Leave a Comment