Seindah Pelangi, Inilah Keanekaragaman Pesona Tradisi Muslim Korea

Ilustrasi Ilustrasi ( Foto : Alraimedia.com )

Muslimahdaily - Usai mendarat di bandara tercanggih di dunia, Incheon – Seoul, Korea Selatan. Anda akan mendapati kemegahan sebuah kota yang turut didukung keberagaman masyarakat multikultur. Hampir 46 persen penduduk Korea Selatan memilih untuk tidak beragama menurut survey dari American Pew Research Center. Akan tetapi, masih ada sejumlah komunitas masyarakat Muslim yang berada di pinggiran kota.

Faktanya, umat islam di Korea Selatan memang menjadi penduduk minoritas. Mereka berada di kawasan semenanjung dengan budaya pesisir dan tradisi Islam yang kuat.

Itaewon, Sepotong Kehidupan Muslim di Jantung Seoul

Itaewon adalah tuan rumah dari sekitar 150.000 penduduk Muslim yang merupakan warga asli Korea Selatan. Distrik ini sangat populer dan terdapat sebuah masjid terbesar yang diberi nama Masjid Pusat Seoul. Diketahui, masjid ini juga menjadi masjid pertama di Korea yang diresmikan pada 1976.

Masyarakat Itaewon yang beragama Muslim juga banyak mendirikan usaha seperti toko halal, restoran halal dan kebutuhan para wisatawan muslim lainnya.

Saat ini Masjid Pusat Seoul menjadi salah satu dari masjid terbesar di Korea Selatan. Total ada sekitar 15 masjid di seluruh negeri. Selain area – area sholat yang terdapat di berbagai fasilitas umum seperti bandara, universitas atau mall.
Masjid di Korea Selatan berfungsi sebagai tempat beribadah sekaligus tempat memperdalam ilmu agama Islam bagi masyarakat umum, baik muslim atau non – muslim.

Hanbok, Budaya Berpakaian yang Sederhana

Wanita Korea memiliki pakaian tradisional yang disebut dengan nama Hanbok. Busana ini sangat konservatif dan menutup aurat. Bahkan, wanita Korea Selatan juga sebenarnya menggunakan penutup kepala dengan sepotong kain yang disebut Jang-ot serta kaos kaki.

Cara berpakaian ini sama dengan budaya Islam yang mengharuskan wanita untuk menutupi aurat tubuhnya.

Sayangnya, budaya barat yang lebih modern juga mulai menggerus akar budaya generasi muda di Korea Selatan.

Untungnya, pariwisata Korea Selatan dari tahun ke tahun juga semakin berkibar. Di mana- mana sangat mudah menjumpai tempat persewaan Hanbok.

Menjembatani Kesenjangan Antara Budaya Korea dan Islam

Yang patut diacungi jempol adalah muslim Korea Selatan yang mampu mengubah persepsi masyarakat dunia tentang bagaimana cara memandang Islam. Di dunia barat, Islam identik dengan teroris dan kekerasan militer yang kerap menebarkan kebencian di media mainstream.

Padahal, Islam sendiri merupakan agama yang berarti “salam” atau keselamatan dan kedamaian. Hanya mereka yang berpikiran sempit dan radikal mampu menghilangkan nyawa dengan atas nama agama.

Terlepas dari itu, ternyata budaya Korea dan Islam itu rupanya tidak jauh berbeda dan ada beberapa persamaan.

Wanita Korea Selatan merupakan pribadi yang menyenangkan dan senang memakai busana – busana tertutup seperti Hanbok. Mereka juga merupakan pribadi yang pekerja keras, humoris dan cerdas. Namun demikian, Islam masih menjadi agama yang tergolong “muda” di Korea Selatan. Oleh karena itu, ada baiknya warga muslim di Korea bisa lebih terbuka dalam menjawab pertanyaan masyarakat luas tentang apa itu Islam untuk memperkenalkan lebih jauh agama Islam di Korea Selatan.

Hal yang patut direnungkan dan diambil hikmah dari para muslim di Korea adalah agama Islam itu ternyata universal. Kita mungkin memiliki bahasa, warna kulit dan etnis yang berbeda – beda. Namun, karena kita seiman, kita menjadi bersaudara. Tidak peduli, Anda berasa dari Muslim Arab ataupun Muslim Korea.

Konten ini adalah hasil kerjasama Muslimahdaily.com Ayojalan.id

Leave a Comment