"Kota Kedamaian", Tengok Semarak Warna Indah di Kota Harar, Ethiopia

By May 11, 2019 0
Ilustrasi Ilustrasi ( Foto : Aljazeera.com )

Muslimahdaily - Kota Harar di Ethiopia merupakan contoh langka dari kota bersejarah yang masih terawat dengan baik hingga kini. Peradaban yang dihiasi tradisi, struktur perkotaan, dan warisan budaya Muslim Harari begitu kental mewarnai setiap sudut kota. Kota Harar merupakan salah satu kota suci Islam di Afrika dan menjadi pusat dari wilayah minoritas Islam.

Kota bersejarah ini dibangun antara abad ke-13 dan ke-16 dengan dinding pembatas di sekelilingnya. Kota Harar berada di sisi timur laut Ethiopia. Dikatakan sebagai kota Islam paling suci ke-empat di Afrika. Total terdapat 82 masjid dan 102 tempat suci lainnya hanya dalam radius satu kilometer persegi. Semuanya masih berada di dalam tembok kota bersejarah.

Budaya Harari yang penuh warna

Karena keistimewaannya, kota Harar termasuk dalam Situs Warisan Dunia, UNESCO sejak 2006. Dampak tradisi Afrika dan Islam dapat terlihat pada tipe bangunan kota dan tata kota yang memiliki karakter khas.

Budaya Harari mengacu pada warna – warni cat dinding rumah khas Harari. Bahkan, inilah yang membedakan rumah khas Harari dengan tipe rumah – rumah lainnya di seantero negeri.

Interiornya berwarna-warni dan dindingnya dihiasi dengan segala macam pot, wajan dan keranjang. Warna merah pada permukaan lantai adalah pengingat mereka yang kehilangan nyawa dalam pertempuran kemerdekaan kota Harar.

Tempat Paling Suci Islam dan Kisah Pertempuran Harar

Diceritakan bahwa ketika beberapa sahabat Nabi Muhammad lolos dari kaum kafir Arab, mereka berlindung di Kerajaan Kristen Aksum, yaitu sebuah wilayah yang mencakup Ethiopia dan Eritrea saat ini.

Kemudian, salah satu penguasa Arab yang politeistis menghubungi raja Kristen Aksum agar menyerahkan para sahabat itu. Sebagai imbalan, raja Kristen Aksum akan mendapatkan uang dan emas.

Raja kemudian bertanya kepada para sahabat siapakah mereka, dan mengapa mereka ada di sini.

Para sahabat kemudian menjelaskan bahwa mereka termasuk golongan yang dianiaya karena mereka mengikuti agama Islam dan Rasulullah Muhammad. Raja kemudian percaya niat baik para sahabat dan mengatakan bahwa orang Muslim dan Kristen memiliki Tuhan yang sama.

Sang Raja Kristen Aksum kemudian menolak menyerahkan para sahabat Rasul dan memutuskan untuk melindungi para sahabat.

Kerajaan ini sekarang menjadi bagian dari Ethiopia, yang menjadi fonasi di mana Islam dibangun. Bisa dikatakan, para sahabat Rasul tersebut merupakan imigran pertama dari Arab yang datang ke Ethiopia sembari berdakwah.

Karena itulah, Ethiopia adalah tanah yang berarti kebebasan berekspresi dan perlindungan.

Di Harar, orang yang berbeda agama bisa hidup berdampingan dengan damai. Kota ini bahkan disebut "kota kedamaian", sebuah nama yang bisa Anda lihat di papan neon besar saat Anda akan memasuki kota itu.

Kota Kedamaian

Pada tahun 2003, kota Harar mendapatkan Anugerah Perdamaian UNESCO, karena menjadi teladan bagi kota lain dalam sikap toleransi antar umat beragama. Berbagai kelompok etnis dan agama hidup berdampingan dengan damai.
Di pusat kota tua Harar, terdapat sebuah masjid, gereja ortodoks, dan gereja Katolik hampir berdiri berdampingan.

Kota ini memberikan kesaksian luar biasa pada tradisi budaya yang terkait dengan akar Islam dan Afrika. Meskipun, banyak pengaruh budaya dari setiap kelompok, tetapi Harar berada dalam isolasi dinding yang kokoh. Mereka berkontribusi pada kekhasan budaya, yang diekspresikan dalam arsitektur dan budaya.

Inilah sebabnya, kota Harar yang bersejarah bisa menjadi simbol kedamaian dan telada bagi kota – kota lain di seluruh dunia. Bahwa, perbedaan itu indah! Seperti pelangi yang menyatukan beragam warna.

Leave a comment

© 2018 Muslimahdaily.com All Rights Reserved. Part Of Genmediautama