Sejarah Berseminya Bunga Tulip, Dari Kerajaan Ottoman Hingga Belanda

By July 16, 2019 0
Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Jika ditanya dari mana bunga Tulip berasal, sudah pasti hampir semua orang akan menjawab Negeri Kincir Angin, Belanda. Jawaban ini tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar.

Belanda terkenal dengan warna – warni Tulip dan taman yang luas. Setiap tahun di musim semi, pengunjung dari seluruh dunia datang berbondong – bondong menyaksikan karpet alami terhampar di ladang bunga yang seolah tak bertepi di kota Keukenhof, Belanda.

Bahkan, kini Belanda menjadi pengekspor bunga terbesar di dunia. Tidak heran jika Belanda menawarkan bunga Tulip sebagai salah satu daya tarik wisata. Anda bisa bersepeda mengelilingi kebun bunga Tulip atau taman – taman dengan bebas di wilayah Westland dan Aalsmeer. Anda akan menemukan kedamaian dan ketenangan saat mengagumi Tulip yang bermekaran.

Asal muasal bunga Tulip dari Kekaisaran Ottoman ke Eropa

Tulip pertama kali dibudidayakan di Turki pada awal 1000 Masehi dan tumbuh liar di Asia Tengah.

Pada abad ke-16, bunga Tulip diimpor dari Istanbul ke Spanyol. Tugas ini dilakukan oleh duta besar Kaisar Ferdinand I untuk Sultan Suleyman the Magnificent yang bernama Oghier Ghislain de Busbecq.

Oghier Ghislain de Busbecq sangat mengagumi bunga – bunga Tulip yang berkembang indah di Istana Topkapi Istanbul. Dia lantas mengirimkan beberapa contoh tunas bunga Tulip ke Praha. Dari Praha, kemudian dikirimkan ke beberapa kebun botani di Leiden, Belanda. Dari sinilah, bunga Tulip menyebar ke seantero negeri Kincir Angin.

Ketika kota Konstantinopel diubah menjadi kota Istanbul, setelah penaklukan Ottoman, Sultan Mehmet II memerintahkan agar bunga Tulip ditanam di taman dan kebun baru. Bahkan, Sultan Mehmet II tak segan turun langsung ke kebun di waktu luang untuk menanam bunga – bunga yang ada di Istana Topkapi Istanbul dengan kedua tangannya sendiri.

Sementara itu, pada masa pemerintahan Sultan Suleyman, kecintaan pada bunga Tulip semakin populer.

Bunga Tulip dalam Karya Sufi dan Penyair Islam, El Jalaludin Rumi

Tulip juga memiliki tempat khusus dalam budaya sufi. El Jalaludin Rumi, pernah menyebut bunga Tulip dalam puisinya yang berjudul 'So Reckeless Exposed';

Desember dan Januari, berlalu.

Tulip bermunculan.

Inilah saatnya menikmati bagaimana pohon bergoyang tertiup angin dan mawar tak pernah istirahat.

Bunga Tulip semakin populer di kalangan seniman Muslim karena dianggap sebagai bunga yang istimewa. Bentuk bunga ini dianggap mirip seperti lafaz “Allah” ﷲ dalam bahasa Arab. Inilah yang menempatkan bunga Tulip dalam posisi yang spesial dalam kebudayaan dan seni Islam.

Last modified on Tuesday, 16 July 2019 12:14

Leave a comment

© 2019 Muslimahdaily.com All Rights Reserved. Part Of Genmediautama