Mengenal Hadji Mohammad Dollie, Pria yang Mendirikan Masjid Pertama Kali di London

Hadji Mohammad Dollie Hadji Mohammad Dollie (foto: ilmfeed.com)

Muslimahdaily - London merupakan kota di Inggris yang cukup ramah terhadap umat muslim. Terbukti dengan pengadilan syariah resmi dan juga tercatat lebih dari 300 masjid beridiri di London, bahkan sebagian masjid tersebut penuh sesak pada waktu - waktu shalat.

Masjid Victoria yang terletak di daerah Winchester St, Pimlico, menjadi saksi penyebaran agama Islam, pasalnya masjid Victoria adalah masjid pertama yang berdiri di kota London.

Hadji Mohammad Dollie pria kelahiran tahun 1846 di Cape Town, Afrika Selatan ini merupakan sosok dibalik berdirinya masjid pertama di London tersebut.

Pria berkebangsaan Afrika ini tiba di London sekitar tahun 1895, kemudian menetap di Albert Street bersama dengan kedua putranya. Hijrahnya Mohammad Dollie dan keluarga ke London karena pada waktu itu masih sulit bagi mereka untuk mengenyam pendidikan di Afrika.

Dollie dan Rumah-Masjidnya

Pada awalnya, Dollie diminta oleh komunitas Muslim di London yang saat itu berjumlah sekitar 200 orang untuk mengajar anak-anak mereka membaca dan menghafal Al-Quran. Kemudian beliau merubah ruang tamunya menjadi majelis ilmu dan tempat beribadah.

Di ruang tamu itu lah, komunitas Muslim di London mulai sering shalat berjamaah. Termasuk shalat ied, dimana pada saat itu jamaah akan datang menggunakan pakaian tradisonal dari negaranya masing-masing.

Tak hanya shalat berjamaah, Dollie juga menawarkan bimbingan agama dan senantiasa mendukung orang Inggris kulit putih yang ingin menjadi Muslim. Pada akhirnya ruang tamu Dollie menjadi pusat kegiatan bagi anggota komunitas Muslim Victoria yang akan mengadakan pertemuan.

Pada sekitar tahun 1899 Dollie dan keluarganya pindah ke 189 Euston Road bersama dengan rumah-masjidnya.

Keprihatinan Dollie Terhadap Pemuda London

Dikisahkan bahwa seorang wartawan pada waktu itu sedang mencari keberadaan masjid di daerah Albert Street, setelah mendapatkan informasi dari penduduk setempat ia sampai pada satu rumah. Ia terkejut ketika melihat sebuah rumah sederhana tanpa adanya dekorasi timur tengah sama sekali.

Beruntungnya reporter itu bisa bertemu dengan Dollie di dalam rumah-masjidnya. Pada akhirnya mereka berdikusi tentang kehidupan dan rencana masa depan seorang Hadji Dollie.

Reporter itu mencatat bagaimana Dollie prihatin dengan Muslim muda yang datang ke Inggris dan tergoda oleh sifat buruk masyarakat disana. Bagi Dollie, memiliki masjid yang dibangun dengan tujuan tertentu akan memberikan solusi bagi Muslim muda untuk menerima bimbingan dari para tetua.

Dollie mengutip satu contoh; “Jika seorang bocah berusia tujuh tahun memiliki sedikit pengetahuan tentang imannya, itu menyedihkan. Tetapi ketika seorang pria berusia empat puluh tahun lupa bagaimana mengucapkan doanya - Ah! ”Dan dia mengangkat tangannya secara ekspresif.”

Wasiat Terakhir Sang Ulama

Sang guru dan ulama yang membawa Islam pertama kali di London menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 60 tahun di Ealing Barat. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Willesden Baru, Brent, London.

Dalam wasiatnya ia sekali lagi mengakui pentingnya pengetahuan dan meninggalkan uang warisannya khusus untuk pendidikan kedua putranya.

Hadji Mohammad Dollie tidak hanya menghargai pentingnya pendidikan sekuler tetapi juga pendidikan Islam, beliau mengirim putranya Omar untuk belajar di bawah bimbingan Sheikh Abdullah Quilliam di Liverpool.

Last modified on Rabu, 12 Februari 2020 06:10

Leave a Comment