Sosok dibalik 343 Bangunan Megah dan Indah Pada Masa Kerajaan Usmaniah

Mimar Sinan bersama karyanya, Masjid Sulaimaniyah Mimar Sinan bersama karyanya, Masjid Sulaimaniyah (foto: star.com.tr)

Muslimahdaily - Muslim sejak lama dikenal sebagai arsitek yang unggul. Sejarah Islam telah membuktikan hal tersebut. Monumen serta bangunan megah seperti Al-hambra dan Masjid Cordoba di Spanyol, Taj Mahal dan Masjid Jami di India, Masjid Ibn Tulun di Kairo, Masjid Sulaimaniyah dan Salimiyah di Turki adalah hasil karya arsitek muslim.

Mimar Sinan

Sejarah arsitektur memang penuh dengan nama orang Muslim, tetapi yang terbesar di antara semuanya adalah Sinan, ia konon telah mendirikan 343 bangunan megah dan indah sepanjang hidupnya di Kerajaan Usmaniah.

Sinan atau biasa disebut “Khudai-Memar Sinan” lahir di Kaisariya, Anatolia pada tanggal 15 April 1489. Ayahnya bernama Abdul Manan.

Saat masih muda, Sinan sempat menjadi seorang prajurit kerajaan. Sebagai prajurit, ia mendapat penghargaan karena keberaniannya, terutama saat mengadakan penyerbuan ke Belgrado tahun 1521 dan Rhodes pada tahun 1522. Kemudian ia diangkat menjadi Kepala Operator Senjata dalam tentara kerajaan.

Rancangan Pertama Sinan

Saat Perang Parsi, Sinan ikut merancang kapal ferry yang digunakan untuk menyebrangi danau Van, yang pada akhirnya kapal terseut memiliki manfaat yang sangat besar untuk menaklukan musuh.

Saat penyerangan Turki ke Eropa, Sinan secara mendadak berhasil menciptakan jembatan penyebarangan di sungai Donau. Keberhasilan inilah yang mendasari ketenarannya. Sejak saat itu ia diberi tugas yang sesuai dengan bakatnya, yakni merancang gedung-gedung yang dibangun oleh sultan dinasti Usmaniah.

Setelah Sultan Salim I wafat, Sinan membangun sebuah masjid megah, Masjid Salimiyah, di puncak sebuah bukit menghadap ke Istanbul.

Sulaiman yang Agung, pengganti Salim I, adalah sultan yang semangat membangun monumen besar, semuanya dirancang oleh Sinan. Diantara monumen tersebut adalah Masjid Roxelana yang dibangun tahun 1539, Majis Pangeran 1548, Masjid Sulaimaniyah 1550-1556, dan Masjid Salimiyah di Adrianopel yang dibangun atas perintah Salim II. Bangunan-bangunan tersebut dianggap sebagai usahanya yang paling berhasil.

Sinan dan Ciri Khas Bangunannya

Selain membangun bangunan megah, menururt Mustafa Sai, penulis biografi Sinan, ia telah membangun 81 masjid, 50 mushalla, 55 madrasah, 7 sekolah Quran 16 dapur umum untuk kaum miskin, 3 ruangan untuk orang sakit, 7 saluran air, 8 jembatan, 34 istana, 13 rumah pemerintahan, 3 gudang, 33 kamar mandi, 19 makam berkubah.

Semuanya berjumlah 343 gedung yang dirancang dan dibangunnya selama tujuh puluh lima tahun, terletak antara Bosnia sampai ke Mekkah.

Setiap arsitek pasti memiliki ciri khasnya masing-masing, Sinan nampaknya lebih menaruh perhatian pada bagian interior bangunan, sehingga kadang bagian luar bangunannya dikorbankan. Ciri khas lainnya adalah sentuhan Turki. Dimana setiap bangunan itu berdiri, kekhasan itu akan selalu terasa.

Berkat pengalamannya yang begitu banyak, Sinan mempunyai sejumlah murid, diantaranya Ahmad Agha Kemal al-Din, Daud Agha, Yatim Baba Ali, Yusuf dan Sinan Muda. Yusuf yang merupakan murid kesayangannya adalah arsitek istana Delhi, Lahore dan Agra yang dibangun oleh Sultan Akbar.

Pada akhirnya, sang arsitek hebat ini meninggal di usianya yang ke sembilan puluh tahun pada tanggal 17 Juli 1578. Ia dimakamkan bersama karya bersejarahnya di Masjid Sulaimaniyah Istanbul.


Sumber: Seratus Muslim Terkemuka, Jamil Ahmad

 

Leave a Comment