7 Ulama Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Pangeran Dipoenegoro dan Bung Tomo Pangeran Dipoenegoro dan Bung Tomo

Muslimahdaily - Selain memiliki peran yang besar dalam mengusir penjajah dan merebut kemerdekaan, mereka adalah Muslim yang taat. Bahkan beberapa di antaranya adalah seorang da’i dan ulama. Tak banyak sejarah yang menyertakan hal tersebut di samping nama mereka yang mahsyur.

Melansir dari Muslimahdaily, berikut ini 7 ulama pejuang kemerdekaan Indonesia.

1. Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro merupakan seorang kyai ternama di Tegalrejo. Dirinya merupakan seorang pangeran dari pasangan Sultan Hamengkubuwana III dan R.A. Mangkarawati.

Tak seperti kebanyak pangeran, pahwalan yang memiliki nama lengkap Bendera Raden Mas Antawirya ini justru menolak menjadi raja. Ia berusaha menghindari politik dan lebih memilih mendalami ilmu agama.

Bagi Pangeran Diponegoro, perang melawan penjajah Belanda sama halnya seperti jihad. Jihad ini dianggap sebagai perang sabil, yakni perlawanan menghadapi kaum kafir.

Semangatnya memberantas penjajah kala itu ia kobarkan dan berdampak besar hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah satu da’I asal Kota Surakarta, Kyai Maja pun turut andil bergabung dengan pasukan DIponegoro melawan Belanda.

2. Cut Nyak Dien

Di antara daftar pahlawan nasional perempuan, tersebutlah nama Nyut Nyak Dien. Wanita asal Aceh ini merupakan istri dari Teuku Umar sekaligus ibu dari Cut Gambang.

Cut Nyak Dien lahir dari keluarga bangsawan dan ulama yang cukup disegani. Dari sinilah ia mendapat semangat untuk mengusir penjajah yang saat itu datang ke Aceh.

Setelah Teuku Umar gugur, ia harus berjuang sendirian bersama pasukan kecilnya. Cut Nyak Dien akhirnya meninggal di Sumedang setelah diasingkan oleh Belanda.

“Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh memumpahkan air mata pasa orang yang sudah syahid,” demikian ucapan Cut Nyak Diem kepada sang putri usai Teuku Umar meninggal dunia.

3. Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang ulama besar asal Bonjol, Sumatera Barat. Perannya sebagai ulama inilah yang membuat ia mendapat gelar sebagai imam.

Siapa sangka sang ulama justru mengambil peran melawawan penjajah di Perang Padri yang sangat bersejarah. Perang ini diawali dengan perseteruan antara kaum Padri (kaum ulama) dengan kaum Adat. Namun, keduanya menjadi saling bahu-membahu melawan Belanda.

Perang kemudian diakhiri dengan menyerahnya Tuanku Imam Bonjol kepada Belanda. Walau demikian, perannya dalam melawan pasukan Belanda berdampak besar menyebarkan semangat nasionalis kepada warga Bonjol dan Sumatera Barat.

4. Fatahillah

Fatahillah adalah seorang ahli agama dan juru Dakwah Kerajaan Demak. Dirinya merupakan salah satu pahlawan yang melawan Portugis di Sunda Kelapa sekaligus pencetus nama ‘Jayakarta’.

Ada banyak versi sejarah mengenai asal usul Fatahillah. Ada yang mengatakan bahwa beliau merupakan putra Aceh yang lahir di Samudera Pasai. Ada pula yang mengatakan beliau sebagai keturunan raja Arab, dan sebagian menyebut beliau sebagai putra pembesar Mesir dari Palestina.

5. Bung Tomo

Tak hanya datang dari pahlawan daerah dan da’i saja, tercatat berapa pahlawan era kemerdekaan nasional yang memiliki latar belakang agama yang sangat baik. Bung Tomo Salah Satunya.

Bung Tomo memimpin pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 silam. Beliau merupakan tokoh muslimin yang mengartikan setiap usahanya sebagai jihad. Gema takbir tak pernah lupa ia serukan tiap kali memerangi penjajah yang kafir. Peperangan jhadnya pun hingga kini dikenang dengan diperangati sebagai hari Pahlawan Nasional.

6. Mohammad Natsir

Selain berjuang di medan perang, pahlawan nasional yang juga seorang da’i juga datang dari mereka yang berjuang di pemerintahan. Tersebutlah salah satunya adalah Dr. Mohammad Natsir.

Dr. Mohammad Natsir merupakan perdana Menteri kelima Indonesia yang juga seorang ulama. Beliau bahkan pernah menjadi Presiden Liga Muslim Dunia dan Ketua Dewan Masjid tingkat internasional.

7. KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari

Seperti yang diketaui, keduanya merupakan seorang ulama yang menjadi pendiri dua madzhab Islam terbesari di Indonesia, Ahmad Dahland engan Muhammadiyyah dan Hasyim Asy’ari dengan Nadhatul Ulama.

Selain daftar di atas, tentu masih banyak lagi nama-nama pahlawan lain yang uga berlatar belakang ulama. Mereka adalah orang-orang yang pemberani sekaligus Muslim yang taat. Bahkan salah satu ponpes, yakni Pesantren Giri di Jawa Timur melahirkan banyak pejuang kemerdekaan.

Last modified on Sabtu, 15 Agustus 2020 19:03

Leave a Comment