Bukan Samudera Pasai, Ini Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Nisan jenis plak pling, khas Kerajaan Lamur Nisan jenis plak pling, khas Kerajaan Lamur ( Foto: Wikipedia via Historia )

Muslimahdaily - Hampir tiap siswa di sekolah diajarkan mengenai berbagai kerajaan yang pernah berjaya di tanah Indonesia, salah satunya Kerajaan Islam. Seperti yang kita tahu, kerajaan Islam pertama adalah Samudera Pasai. Tetapi pada kenyataanya Samudera Pasai bukan kerajaan Islam pertama di Indonesia, melainkan kerajaan bernama Lamuri.

Melansir dari Historia, terdapat peninggalan Kerajaan Lamuri berupa bangunan benteng, kompleks pemakaman, dan bekas hunian yang ditandai dengan sebaran fragmen keramik. Peninggalan ini terletak di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Dalam pemakaman tersebut ditemukan beberapa nisan unik yang berbentuk tugu persegi yang meruncing ke atas layaknya piramida. Nisan ini disebut plakpling oleh masyarakat setempat. Bentuk nisan yang menyerupai lingga dan menhir memungkinkan nisan ini diciptakan saat peralihan masa pra-Islam ke Islam.

Tertulis nama assulthan Sulaiman bin Abdullah bin al Basyir Tsamaniata wa sita mi’aah 680 H (1281 M) dalam nisan. Jika Sultan Sulaiman bin Abdullah meninggal pada tahun 680 H (1281 M) maka masyarakat Lamreh sudah mengenal Islam sejak lama. Hal ini semakin dipercaya lantaran nama ayah dan kakek Sultan Sulaiman bin Abdullah bin al Basyir berbau Islam.

Tanggal ini pun menunjukkan umur yang lebih tua dari nisan milik sultan pertama Samudera Pasai, Sultan Malik as-Shaleh yang bertuliskan 696 H (1297 M).

Menurut Repelita Wahyu Oetomo, peneliti dari Balai Arkeologi Medan kerajaan Samudera Pasai bukanlah kerajaan Islam tertua di Nusantara.

“Lamuri berkembang menjadi Kerajaan Islam yang cukup besar sebelum Samudera Pasai berdiri. Namanya sudah dikenal sejak masa Hindu-Buddha,” tulis Repelita dalam “Lamuri Telah Islam Sebelum Pasai” yang dimuat di Jurnal Berkala Arkeologi Sangkhakala.

Repelita menjelaskan bahwa kepopuleran Lamuri paling tidak sudah ada sejak abad ke-10 karena penjelajah Arab, Abu Zaid Hasan, telah mencatat Lambri sebagai Rami/Ramni.

Prasasti Tanjore yang menggunakan bahasa Tamil dari tahun 1030 pun termasuk catatan tertua lainnya yang menjelaskan soal Kerajaan Lamuri. Prasasti ini dibuat Raja Rajendra Cola I dari Kerajaan Cola di India Selatan.

Bukan hanya itu saja, penjelajah Portugis, Tome Pires dalam Suna Oriental juga menceritakan bahwa Aceh merupakan daerah pertama yang dia temukan saat menelusuri Pulau Sumatera.

"Laporan Portugis masih menyebut Lambri pada 1511," tulis Wolters. "Tetapi pusat perdagangan kerajaan baru yang disebut Aceh, beberapa kilometer lebih ke timur, segera menggantikannya."

Leave a Comment