Menelisik Sejarah Istiqlal, Masjid Terbesar di Asia Tenggara

masjid istiqlal masjid istiqlal (foto:99.co)

Muslimahdaily - Masjid Istiqlal merupakan salah satu masjid yang sangat ikonik di Jakarta. Letaknya yang strategis di pusat kota ini membuat para wisatawan dari dalam dan luar negeri menjadikan Masjid Istiqlal menjadi salah satu list tempat yang wajib dikunjungi.

Namun, tahukah kamu bahwa ternyata masjid yang berlokai di Jakarta Pusat tersebut merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Nama Istiqlal sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti merdeka. Letaknya yang bersebrangan dengan Gereja Katedral begitu melambangkan toleransi antar umat beragama.

Melansir dari Kompas, bermula pada tahun 1950-an dimana Presiden Soekarno memiliki keinginan untuk membangun masjid yang berdekatan dengan Monumen Nasional (Monas). Saat itu, kawasan tersebut masih berupa alun-alun Jakarta atau lebih dikenal dengan sebutan Taman Wilhelmina.

Awalnya, Mohammad Hatta sempat tak setuju dengan keinginan Soekarno. Sehingga, dilakukannya musyawarah yang menghasilkan keputusan untuk membangun Masjid Istiqlal di kawasan Taman Wilhelmina.

Dengan segera, Presiden Soekarno merencanakan pembangunan masjid ini. Hingga pada tahun 1955, beliau mengadakan sayembara untuk mencari seorang arsitek terbaik untuk mendesain Masjid Istiqlal. Dari 30 peserta, tersaringlah 5 peserta terbaik. Dan dari 5 peserta terbaik itu, terpilihlah Friedrich Silaban. Desain masjid Istiqlal yang kita lihat sekarang adalah hasil karya Friedrich Silaban.

Uniknya, Friedrich adalah seseorang yang beragama Kristen Protestan. Kemenangannya itu didapat karena Friedrich menjelajahi Indonesia dan mempelajari desain dari masjid-masjid di seluruh dunia.

Setelah ditetapkannya Friedrich Silaban sebagai arsitek Masjid Istiqlal, pembangunan pun dimulai pada tahun 1961. Pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Presiden Soekarno. Pembangun masjid ini sempat tertunda dan memakan waktu yang cukup lama. Pasalnya, terhalang oleh berbagai masalah, seperti masalah krisis moneter, politik yang melanda Indonesia kala itu.

Uniknya dari pembangunan Masjid ini adalah tentang simbol-simbol Islam yang terdapat dalam desainnya. Salah satunya yaitu diameter kubah masjid seluas 45 meter. Angka 45 itu sendiri melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, masjid ini ditopang dengan 12 tiang dimana angka 12 sendiri melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Tak hanya itu, Masjid Istiqlal memiliki 5 lantai, diantaranya 4 lantai balkon dan 1 lantai dasar. Angka 5 tersebut melambangkan rukun Islam, yaitu solat yang harus kita lakukan setiap harinya. Begitu juga dengan pancasila yang berisikan 5 sila. Selain itu hal lain yang paling bersejarah dari Masjid ini ialah bedug raksasanya. Bedug tersebut berusia 300 tahun lengkap dengan ukiran kaligrafi gundul diatasnya.

Dengan desain unik tersebut, Masjid Istiqlal membutuhkan waktu sekitar 17 tahun sampai selesai. Masjid seluas 9,5 hektar ini selesai pada tahun 1978 dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto.

Kini, masjid Al-Istiqlal dapat dikunjungi oleh semua ras, suku dan agama. Asalkan dengan pakaian rapih dan tertutup.

Leave a Comment