Bangunan Bersejarah Umat Muslim yang Hancur Karena Perang

Masjid Agung Aleppo Suriah Masjid Agung Aleppo Suriah ( Foto : Archdaily.com )

Muslimahdaily - Perang merupakan peristiwa yang dapat menghancurkan dan sangat menyeramkan. Perang tidak hanya menelan korban jiwa, bangunan yang memiliki sejarah pun ikut menjadi korban.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut 4 bangunan bersejarah yang hancur karena perang:

1.Masjid Ferhat Pasha, Bosnia

                                                         

( Masjid Ferhat Pasha. Sumber : Republika.com )

Masjid Ferhat Pasha masuk ke dalam Warisan Dunia versi UNESCO pada tahun 1950. Selama Perang Bosnia tahun 90-an, Masjid Ferhat Pasha yang terletak di kota Banja Luka dirusak oleh pasukan Serbia dari Republika Srpska.

Masjid dengan arsitektur Islam dan Ottoman abad ke-16 itu diserang pada 7 Mei 1993 pagi. Mereka melangsungkan aksinya dengan menggunakan bahan peledak di Masjid Ferhat Pasha dan struktur bangunan di sekitarnya. Hingga pada akhirnya masjid tersebut rata dengan tanah. Tahun 2016, tepatnya bulan Mei tanggal 26, masjid Ferjat Pasha Kembali dibuka setelah 23 tahun berakhirnya perang Bosnia.

2.Masjid Agung Aleppo Suriah

( Masjid Agung Aleppo. Sumber : Tempo.co )

Masjid Agung Aleppo diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO karena letaknya yang berada di Kawasan distrik bersejarah, Al-Jalloum. Bangunan Masjid Agung Aleppo rusak karena gempa bumi dan pertempuran Perang Saudara Suriah pada 24 April 2013. Perang saudra ini menyebabkan bangunan dan gedung-gedung bersejarah hanya tersisa menjadi puing-puing, termasuk Menara abad ke-11 yang menjulang di atas masjid.

Di tengah hancurnya bangunan tersebut, sekelompok warga Suriah berusaha mengembalikan bangunan Masjid Agung Aleppo yang hancur. Seorang Insinyur sipil Tamim Kasmo bergabung bersama tim arsitek dan insyinyur, tukang batu, dan pekerja kayu yang akan membangun Kembali Masjid Agung Aleppo Suriah.

3.Masjid Djinguereber, Mali

( Masjid Djinguereber, Mali. Sumber : dunyanews.tv )

Masjid Djinguereber adalah bangunan suci sekaligus pusat pembelajaran di kota tua Timbuktu, yang saat ini merupakan wilayah Mali. Masjid yang didirikan pada tahun 1327 tersebut ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNSECO pada tahun 1988. Pada museum pusat pembelajaran terdapat beberapa manuskrip bersejarah islam yang dibuka dan dapat dikunjungi untuk umum.

Masjid Djinguereber sempat mengalami berbagai perang, konflik, dan peristiwa politik. Seperti yang terjadi pada 2012, kelompok islam militan ingin merebut kota dan mereka melakukan teror ke warga setempat.

Tentara Prancis dikirim untuk membebaskan kota tersebut dan para militan berhasil pergi dari Timbuktu pada 2013. Kini Masjid Djinguereber berhasil direnovasi dari segala kerusakan akibat perang.

4.Kota Kuno Palmyra, Suriah

( Kota Kuno Palmyra, Suriah, Mali. Sumber : Republika.co.id )

Kota Kuno Palmyra ditetapkan menjadi warisan dunia oleh PBB, UNSECO karena memiliki nilai sejarah. Kota ini merupakan bagian dari Provinsi Homs yang berusia lebih dari dua ribu tahun. Palmyra yang dikelilingi oleh bukit-bukit tandus terbagi menjadi dua bagian yakni kota kuno peningglan Romawi dan kota modern yang berpopulasi sekitar 50-85 ribu orang.

Kota Kuno Palmyra sempat menghebohkan dunia setelah direbut oleh kelompok militan ISIS pada Mei 2015. Kelompok militan ISIS mengeksekusi massal dan menghancurkan artefak serta bangunan di Palmyra. Setelah pertempuran selama dua hari selesai, pemerintah Suriah dibantu oleh militer Rusia untuk merebut kembali kota Kuno Palmyra.

Leave a Comment