Waktu Mustajab, Berikut Aturan dan Lafadz Doa saat Sujud

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Berdoa merupakan salah satu usaha manusia untuk mencari jalan keluar dari tiap masalah yang sedang dihadapinya. Selian itu, doa juga merupakan suatu komunikasi antara hamba dengan Tuhannya.

Berdoa memang tak mengenal waktu dan tempat. Artinya, boleh dilakukan di mana dan kapan saja. Walau demikian, ada beberapa waktu yang sangat tepat untuk berdoa karena pada waktu tersebut Allah telah menjanjikan mengambulkan tiap-tiap doa. Di antaranya waktu tersebut adalah pada saat sujud dalam shalat.

Pada sebuah hadits disebutkan, dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa pada saat itu.” (HR. Muslim).

Hadits di atas menunjukkan adanya anjuran untuk memperbanyak doa dalam sujud. Namun, tidak ada anjuran khusus untuk memperbanyak doa saat sujud terakhir. Oleh karenanya, berdoa dapat dilakukan pada kapan saja setiap melakukan sujud.

Yang perlu diperhatikan, ada beberapa aturan yang hendaknya dipatuhi saat memenjatkan doa dalam sujud. Aturan tersebut yaitu:

1. Berdoa setelah membaca bacaan sujud yakni, Subhaana robbiayal a’la wa bihamdihi.

2. Berdoa saat sujud tidak dikhususkan pada sujud terkahir saja.

3. Berdoa dalam bahasa arab, karena beberapa ulama menilai bahasa selain bahasa arab tidak diperkenankan dalam shalat.

4. Boleh berdoa dalam bahasa Indonesia, namun tidak perlu dilafadzkan dan cukup dibaca dalam hati. Hal ini untuk mengindari melanggar poin nomor 3.

5. Berdoa ketika sujud sebaiknya tidak dilakukan pada saat menjadi imam shalat. Sebagian ulama berpendapat hal tersebut dapat mendzalimi makmum.

6. Jika mendirikan shalat sebagai makmum, tidak boleh telat dari imam ketika berdoa saat sujud.

Rasulullah mengajarkan suatu doa yang dapat dibaca ketika bersujud, yakni seagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ

Allahummaghfirli dzanbi kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa akhirahu wa ‘alaniyatahu wa sirrahu.

Artinya: “Ya Allah ampunilah dosa-dosaku semua, baik yang halus atau yang jelas, yang awal dan yang akhir, dan yang terang-terangan dan yang tersembunyi.” (HR Muslim)

Kemudian doa lain yang dapat dipanjatkan ketika sujud adalah tiga doa yang disebutkan oleh Syeikh Abdul Aziz bin Baaz. Doa tersebut yaitu sebagai berikut:

Minta diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ

Allahumma inni as’aluka husnal khotimah.

Artinya: “Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah.”

Minta diberikan ksesmpatan taubat sebelum wafat

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِيْ تَوْبَةً نَصُوْحَةً قَبْلَ الْمَوْتِ

Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut.

Artinya: “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat.”

Minta agar hati kita senantiasa ditetapkan atas agama-Nya.

اَللّٰهُمَّ يَامُقُلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيٍ عَلَى دِيْنِكَ

Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika.

Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.”

 

Leave a Comment