Doa Ketika Mendapat Firasat Buruk dan Meminta Takdir yang Baik

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Memiliki firasat buruk tentu membuat kita merasa tidak tenang, mudah panik dan overthinking. Padahal firasat itu belum tentu terjadi. Pada akhirnya terkadang kita menjadi beburuk sangka pada sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Maka jika hal itu , hendaknya kita membaca doa untuk memohon petunjuk dari Allah.

Berikut doa yang bisa kita baca untuk menolak firasat buruk,

اللهم لاَ خَيْرَ إلا خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إلا طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Allohumma la khoiro illa khoiruka wala thoiro illa thoiruka wala ilaha ghairuka.

“Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tidak ada kesialan (fiarasat buruk) kecuali kesialan yang telah Engkau tentukan, dan tidak ada Tuhan selain Engkau.”

Doa ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad dari Abdullah bin Amr, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa mengurungkan hajatnya karena perasaan buruk, maka dia telah berbuat syirik. Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa tebusannya? Rasulullah berkata, ‘Hendaklah kalian mengucapkan; ‘Allahumma la khaira illa khairuka wala thaira illa thairuka wala ilaha ghairuka."

Setelah itu, kita juga bisa memohon takdir yang baik kepada Allah dengan doa ini.

Dari Ummul Mukmini ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa berikut ini,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الجَنَّةَ وَمَا قرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَولٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مَنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

Allahumma inni as-aluka minal khoiri kullihi aajilih wa aajilih, maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam. Wa a'udzu bika minasy syarri kullihi 'aajilih wa aajilih maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam. Allahumma inni as-aluka min khoiri maa sa-alaka 'abduka wa nabiyyuk Muhammadun shallallahu alaihi wa sallam. Wa a'udzu bika min syarri maa 'aadza bihi 'abduka wa nabiyyuk. Allahumma inni as-alukal jannah wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw 'amal. wa 'audzu bika minan naari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw 'amal. Wa as-aluka an taj'ala kulla qodhoo-in qodhoitahu lii khoiroo.

Artinya:

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan yang disegerakan maupun yang ditunda, apa yang aku ketahui maupun tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang disegerakan maupun yang ditunda, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang diminta perlindungan oleh hamba dan nabi-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan atau perbuatan. Dan aku memohon kepada-Mu semua takdir yang Engkau tentukan baik untukku." (HR. Ibnu Majah, no. 3846 dan Ahmad).

Wallahu a'lam, semoga bermanfaat.

Leave a Comment