Bacaan Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal Laki-laki dan Perempuan

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Dalam lintas kehidupan, terdapat tiga ketetapan Allah dalam bentuk rahasia yang diberikan oleh manusia yaitu menyangkut perihal jodoh, rezeki, dan kematian. Berbicara tentang kematian, saat ditinggal oleh orang yang sangat disayangi membuat diri kita merasa hancur berkeping-keping. Namun, kesedihan yang melanda janganlah sampai merenggut asa. Dalam ajaran Islam, seorang muslim dianjurkan untuk mendoakan kepergian orang yang sudah tiada.

Sebagaimana hadis yang tercantum dalam kitab al-Adzkar an-Nawawi menyebutkan bahwasannya,

Dari Ummu Salamah R.A., ia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Ketika kalian menyaksikan orang sakit atau meninggal maka berkatalah yang baik. Sesungguhnya malaikat mengamini terhadap apa yang kalian katakan.” (HR. Muslim).

Sudah sepatutnya menjadi sebuah kewajiban, ketika ada orang yang meninggal dunia, sebagai seorang hamba Allah kita mendoakannya. Agar segala dosa mayyit diampuni oleh Allah Yang Maha Pengampun dan ditempatkan di sisi-Nya.

Terlebih, ada sebuah hadis yang mengatakan bahwa terdapat tiga hal yang tidak terputus pasca orang meninggal dunia, sebagaimana penjelasan dalam hadis berikut.

“Apabila seseorang telah meninggal dunia, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Adapun doa ketika ada orang yang meninggal

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

“Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha)’uqbaa hasanah”

Artinya:

“Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik.”

Saat membacanya sesuaikan dengan dlamir (kata ganti orang), boleh dibaca “wa la hu” bila yang meninggal adalah seorang laki-laki dan “wa la ha” bila yang meninggal adalah seorang perempuan.

Doa di atas bersumber dari kisah Ummu Salamah ketika ia mengadu kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

(Ummu Salamah) berkata: "Ketika Abu Salamah wafat, aku menemui Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, Abu Salamah telah meninggal.'

Beliau bersabda: 'Ucapkanlah: "Allahummaghfirli wa lahu wa’qibni minhu ‘uqbaa hasanah" (Ya Allah, ampunilah aku dan dia, dan berikanlah kepadaku darinya pengganti yang baik)".'

(Ummu Salamah) berkata: "Aku membacanya, lalu Allah memberikanku ganti yang lebih baik setelah dia, yakni Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Doa untuk orang meninggal laki-laki

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’ madkhola hu waghsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa ‘aidz hu min ‘adzaabil qobri wa fitnati hi wa min ‘adzaabin naar.”

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka."

Doa untuk orang meninggal perempuan

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَها وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيِرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’ madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahli ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar.

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka."

Perbedaan dari doa untuk laki-laki dan perempuan adalah kalau laki-laki dlamir yang digunakan yaitu "hu" atau "hi", sedangkan perempuan dlamirnya adalah "ha".

Selain membaca doa mayyit, diiringi pula dengan melantunkan surat Al-Fatihah agar mayyit mendapatkan ketenangan di alam kubur. Apabila, tidak hafal doa tadi, bisa membacanya dengan latin bahasa Indonesia dibarengi menyebut nama Almarhum atau Almarhumah. Namun, lebih utama lagi, jika menghafal doa untuk mayyit ini, sebab doa tersebut merupakan bacaan yang dibaca saat sedang menshalatkan jenazah setelah takbir ketiga.

Doa yang telah dipanjatkan tadi, semata dilakukan agar permintaan doa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dikabulkan untuk menghapus segala dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, dan menghindarkannya dari pedihnya siksa kubur.