Tuhan Aku Beriman, Tapi Maaf Aku Tidak Punya Waktu Untuk Ibadah

Muslimahdaily - Setiap hari seruan Allah terdengar memanggil kita. Lima kali dalam sehari seruan itu dikumandangkan dari masjid – masjid. Sebagai seorang muslim harusnya dengan bersegera menyambut panggilan tuhan sang pemilik semesta alam, namun nyatanya tidak jarang diantara kita mengabaikannya. Bahkan merasa tergangu dan risih ketika mendengar azan dikumandangkan.

Ketika waktu sholat tiba, kita masih asik berkutat dengan setumpuk perkerjaan. Panggilan Allah seolah – olah hanya menghambat dan memperlambat urusan kita.

“Tuhan aku percaya padamu, Maaf tapi aku tidak punya waktu untuk ibadah”

Begitulah kira – kira gambaran sikap banyak manusia, ketika mendengar panggilan Allah untuk mempersiapkan bekal akhiratnya. 

Tapi benarkah ?

Sebagai seorang manusia, kewajiban utama kita adalah untuk beribadah kepada Allah seperti yang tertuang dalam Al-Quran surat Az-Zariyat ayat 56 

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S. Az-zariyat 51:56)

Makna beribadah sendiri adalah kita diharuskan untuk tunduk dan patuh terhadap perintah Allah. Allah telah memerintahkan kita untuk beribadah solat, zakat, puasa, dan beribadah haji serta melakukan amal soleh lainnya. Ibadah yang paling sering terlewatkan dan dianggap enteng oleh manusia adalah sholat. Kebanyakan manusia meninggalkan sholat karena berbenturan dengan kesibukannya. Disaat waktu shubuh, orang pergi bekerja pagi buta agar tidak terjebak macet, lalu waktu zuhur bersamaan dengan waktu istirahat makan siang yang sebentar dan harus buru-buru kembali ke kantor, saat waktu ashar masih sibuk dengan pekerjaan, ketika waktu magrib bersamaan dengan jam pulang kantor dan terjebak macet di perjalanan, sesampainya dirumah sudah terlalu lelah dengan rutinitasnya dan bersiap tidur sehinnga tidak ada waktu untuk sholat isya. Lantas kalau waktu dihabiskan untuk keperluan duniawi, kapan ada waktu untuk Allah?

Seseorang yang meninggalkan sholat hanya karena alasan tersebut tidak dapat ditoleransi. Karena seseorang yang sudah masuk islam sudah masuk konsekuensi wajibnya sholat apapun caranya harus sholat. Sholat adalah tiang agama, seseorang yang meninggalkan sholat berarti merubuhkan agamanya meskipun ia melakukan amalan sholeh lainnya. Ibarat sebuah bangunan jika sudah ada pondasi yang kokoh, dibangun dengan sedemikian rupa bagusnya, jika tanpa tiang yang kokoh akan tetap rubuh karena tidak ada penyangganya, begitupun dengan islam. Seperti yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori , yang berbunyi :

“Barang siapa yang meninggalkan sholat ashar dengan disengaja maka jatuhlah amal-amalnya.”

Orang yang meninggalkan sholat tidak disebut kafir selama masih tertanam syahadat di hatinya, hanya saja orang tersebut melakukan maksiat terhadap Allah. Karena meninggalkan perintahnya. 

Sesungguhnya dengan kita melakukan sholat 5 waktu secara ontime, urusan kita niscaya akan lebih dipermudah oleh Allah. Dengan rutin menjalankan sholat kita juga mendapatkan energi positif untuk menjalani kehidupanyang berat. Jadi janganlah kamu meninggalkan sholat satu waktupun, dan seimbangkanlah antara akhirat dan dunia. Seperti ungkapan yang diutarakan oleh seorang sahabat Nabi bernama Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu anhu 

“Beribadahlah kamu seperti besok akan mati, dan bekerja keraslah kamu seperti kamu akan hidup selamanya.”

Last modified on Selasa, 29 Desember 2015 12:30

Leave a Comment