Ini Dia 6 Perkara yang Dirahasiakan oleh Allah

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Tak semua hal yang ada di dunia ini diketahui oleh manusia. Ada beberapa hal yang sesungguhnya hanya Allah dan beberapa orang-orang terpilih-Nya yang mengetahui. Hal tersebut bisa terjadi karena semata-mata keterbatasan kemampuan manusia atau karena memang Allah sengaja tidak membukanya pada makhluk-Nya.

Menurut Umar Ra. Setidaknya ada 6 perkara yang Allah rahasiakan semata-mata untuk dijadikan ujian bagi manusia, berikut diantaranya:

1. Kedzahiran dalam Ketaatan Makhluk-Nya

Pertama adalah soal ketaatan dan keikhlasan manusia kepada Allah. Hal itu tidak didzahirkan semata-mata supaya manusia tidak kecewa atau bangga diri atas ibadah yang telah dilakukannya. Hikmahnya agar manusia bisa terus melakukan amalan tersebut sekalipun terdapat sedikit kecacatan ketika menjalankannya.

Dalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman, “Ikhlas ialah satu rahasia dalam rahasia-rahasia-Ku. Aku titipkan ia di dalam hati hamba-hamba yang Aku mengasihinya.” (Riwayat Abu Hasan al-Basri)

Soal keikhlasan adalah urusan Allah. Oleh karena itu manusia tidak bisa mengklaim dirinya telah ikhlas melakukan semua ibadah kepada Allah. Namun, orang-oran yang ikhlas biasanya ia tidak akan memperdulikan kata orang lain dan terus memperbaiki diri demi menggapai ridho Allah.

Orang ikhlas akan takut amalan-amalan mereka tidak diterima oleh Allah dan begitu mengharapkan keridhoan Allah. Ia juga tidak akan membalasa kejahatan orang lain padanya, melainkan ia akan berbuat sebaliknya, yaitu kebaikan.

2. Kemurkaan diatas Perilaku Maksiat Umat-Nya

Sesungguhnya Allah tidak akan menunjukan kemurkaanNya kepada setiap makhluk sekalipun ia berbuat maksiat. Allah tidak akan menarik kenikmatan yang diberikan kepada seseorang sekalipun segala nikmat tersebu digunakan untuk maksiat.

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah sangat menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang senantiasa menyucikan dirinya.” (QS.Al-Baqarah:222)

Betapa baiknya Allah pada hamba-Nya. Allah hanya meminta hamba-Nya untuk segera bertaubat apabila telah melakukan dosa sebelum Allah benar-benar tak lagi membendung amarah-Nya.

Nabi bersabda, “Barangsiapa yang memperbanyak istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan dan memberikannya jalan keluar bagi segala kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yang tak diduga-duga.” (HR. Abu Dawud)

3. Merahasiakan Nama-Nya di dalam Al-Quran

Sesungguhnya Allah telah merahasiakan nama-Nya yang ter-Agung dicantumkan di dalam Kitab-Nya. Maksudnya tiada lain supaya umat-Nya tidak hanya terpaku pada satu surat atau ayat yang di dalamnya terkandung nama-Nya tersebut.

Maka dengan begitu, kaum muslimin akan terus membaca, memahami dan mendalami keseluruhan isi Al-Quran bukannya membeda-bedakan.

4. Datangnya Malam Lailatul Qadar

Allah menyembunyikan datangnya malam tersebut agar kaum muslimin tidak beribadah banyak hanya pada malam tertentu saja, sedangkan di malam yang lainnya mereka bermaksiat atau malas-malasan. Dengan dirahasiakannya malam Lailatul Qadar dan hanya disebutkan indikasi-indikasinya saja maka otomatis umat muslim akan mencarinya dengan memperbanyak ibadah di setiap malam Ramadhan.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar karena beriman serta bertujuan untuk mencari pahala-Nya maka akan mendapatkan ampunan dari dosa-dosanya yang telah lalu.”

Sekalipun Rasulullah yang sudah dijamin masuk surga, beliau tetap berusaha untuk mendapatkan malam seribu bulan tersebut dan memaksimalkannya di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan, “Rasulullah berusaha sedaya dan upaya dalam malam-malam sepuluh akhir Ramadhan melebihi usahanya di malam-malam lainnya.”

5. Shalat Umat-Nya yang Terbaik

Hikmah dari disembunyikannya hal tersebut tentu saja agar manusia senantiasa menjalankan ibadah shalatnya dengan tekun dan tidak mengingat lagi shalat yang dilakukan di waktu-waktu sebelumnya.

Ketahuilah bahwa selain menjalankan rukun-rukun dalam shalat, terdapat beberapa hal yang akan membuat shalat kita diterima di hadapan Allah sebagai berikut:

1. Ketika Shalat merendahkan diri karena keagungan Allah

2. Tidak bersikap sombong kepada Allah

3. Tidak berketerusan melakukan maksiat. Jikapun melakukan, segeralah untuk beristighfar serta berharap bahwa Allah akan segera mengampuni dosanya

4. Menghabiskan waktu hidupnya di dunia untuk senantiasa berdzikir dan berfikir atas keagungan Allah

5. Banyak mengasihi orang-orang yang miskin, musafir dan wanita janda yang tengah ditempa musibah.

6. Terjadinya Kiamat

Jika manusia mengetahui kapan terjadinya kiamat maka pasti mereka akan melakukan sesuatu yang berorientasi padanya. Jika diketahui bahwa kiamat masih jauh, maka manusia mungkin akan berleha-leha dan baru bertaubat ketika waktu kiamat sudah dekat.

Sebaliknya, jika manusia mengetahui bahwa kiamat sudah dekat maka mereka akan bersungguh-sungguh dalam beribadahnya sehingga karenanya tidak ada lagi ujian yang sebenarnya.

Sumber: Ayat-Ayat Motivasi Abu Ali al-Bikhal

Leave a Comment