Hati-hati, 5 Perilaku Syirik Ini Masih Sering Dilakukan

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Tanpa disadari, masih banyak di antara kita yang masih melakukan perbuatan syirik. Tak disangka, melalui tindakan-tindakan kecil, kita telah menyekutukan Allah. Padahal sudah jelas bahwa menyekutukan Allah merupakan dosa besar.

“Sesungguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benat kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

Berikut ini beberapa di anatara hal sepele yang ternyata termasuk ke dalam perbuatan syirik.

1. Memakai Jimat

Walau dunia sudah dikelilingi dengan teknologi yang canggih, pada kenyataannya masih banyak di antara kita yang masih percaya akan kekuatan dari jimat. Mereka percaya bahwa jimat dapat membawa kesehatan, petuah, kekayaan, hingga membuat hidup lebih sukses.

Padahal tersebut salah satu dari perilaku syirik lantaran percaya terhadap adanya kekuatan selain kekutan Allah. Rasulullah melarang siapapun memakai jimat karena hanya akan membuatnya orang tersebut lebih lemah dan celaka hingga akhir hayat.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah melihat seseorang yang memakai gelang kuningan di tangannya, lalu ditanya, “Apa ini?” Orang itu menjawab, “Penangkal sakit.” Kemudian Rasulullah menasehati, “Lepaskanlah karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu. Jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Ahmad).

2. Percaya zodiak

Ramalan mengenai zodiak biasanya muncul hampir tiap minggu hingga bulan. Umumnya berisikan ramalan mengenai percintaan, karir dan keuangan seseorang berdasakan tanggal lahirnya. Tak heran bila akhirnya orang tertarik untuk membaca.

Tak hanya zodiak, perilaku syirik lainnya adalah percaya dengan hal berbau ramalan, horoskop, shio, dan undian. Dalam Islam sudah jelas hal ini dilarang dan sebaiknya dihandari.

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, makai a berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad).

Pada salah satu hadits, Rasulullah menjelaskan bahwasanya mereka yang mendatangi peramal dan percaya terhadap apa yang dikatakan peramal tersebut, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari.

“Barangsiapa yang datang kepada tukang ramal, kemudian percaya apa yang dikatakan, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari.” (HR. Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

3. Meminta bantuan jin

Hidup memang tak akan selamanya mulus. Ada kalanya Allah menurunkan ujian sehingga hidup menjadi lebih sulit. Namun, bagi sebagian orang, hal ini justru disikapi dengan cara yang salah, yakni meminta bantuan kepada jin.

Biasanya hal ini ditandai dengan melakukan ritual atau datang ke tempat tertentu untuk mendapatkan atau melancarkan hal yang diinginkan untuk membuat kesepakatan dengan jin yang dianggap sakti. Padahal jin sebagai musuh Allah hanya menipu manusia dengan tujuan menjerumuskan mereka ke nereka.

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al An’aam: 112).

4. Bersumpah selain atas nama Allah

Dalam Islam bersumpah harus menggunakan nama Allah, bukan selain-Nya. Rasulullah pernah bersabda,

“Sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah atas nama nenek moyang kalian, barang siapa yang ingin bersumpah, maka bersumpahlah atas nama Allah atau lebih baik diam.” (HR. Bukhari).

Bersumpah atas nama selain Allah termasuk dalam perilaku syirik. Raslullah bersabda,

“Barang siapa yang bersumpah atas nama selain Allah, maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

5. Menggantungkan hidup kepada selain Allah

Perilaku syirik yang masih sering dilakukan selanjutnya adalah menggantungkan hidup kepada selain Allah. Masih banyak di antara kita yang menganggap bahwa hidup tak ada artinya tanpa harta, kedudukan, seseorang, atau pun teknologi. Ketergantungan yang berlebihan tersebut dapat merusak akidah.

Allah berfirman, “Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’” (QS. Al Ikhlas: 1-4).

Wallahu a’alam.

Leave a Comment