Hati-Hati, Inilah 7 Kesalahan Adab Makan dan Minum

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Makan dan minum sudah menjadi aktivitas keseharian manusia. Mulai dari makan pagi, siang dan malam. Di tengah aktivitas tersebut, terkadang kita seringkali terlupa dan melakukan kesalahan, bahkan tanpa disadari.

Hal ini telah lama disampaikan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dalam berbagai Riwayat. Mulai dari tidak membaca basmalah sebelum makan dan sesudah makan hingga membuang makanan yang Sudah terjatuh.

Berikut 7 diantara kesalahan manusia saat makan dan minum, mengutip dari buku 400 Kebiasaan Keliru dalam Hidup Muslim karya Abdillah Firmanzah Hasan:

1. Mengambil makanan dari tengah (jauh)

Anas bin Malik meriwayatkan, “Ada seorang penjahit yang mengundang Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam untuk menikmati makanan yang ia buat. Aku ikut pergi menemani beliau. Orang tersebut menyuguhkan roti yang terbuat dari gandum kasar dan kuah yang mengandung labu dan dendeng. Aku melihat Rasulullah selalu mengambil labu yang berada di pinggir nampan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan salah satu adab makan yaitu dengan mengambil lauknya dari yang terdekat terlebih dahulu. Hal ini juga menyangkut etika atu sopan santun jika ada orang yeng makan bersama kita.

Namun, bagaimanakah jika dihidangkan banyak makanan?

Dalam hal ini Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhiid mengatakan bahwa diperbolehkan untuk mengambil makanan yang tidak berada di dekat kita. Tentunya apabila hal tersebut dimaksudkan untuk memilih makanan yang dikehendaki.

2. Meniup makanan panas

Saat dalam kondisi lapar dan perut kosong, biasanya kita akan segera melahap makanan yang ada di depan mata, meskipun masih dalam keadaan panas biasanya mereka akan meniupnya. Perbuatan ini sebenarnya dianggap biasa, namun keliru.

Diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar, jika beliau membuat roti Tsarid maka beliau tutupi roti tersebut dengan sesuatu sampai panasnya hilang, kemudian beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya hal tersebut lebih besar berkahnya.” (HR. Ahmad)

3. Meniup bekas air minum

Disebutkan dalam hadis yang dirawayatkan Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Rasulullah melarang untuk bernapas atau meniup bekas air minum.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).

Menurut Imam Nawawi, “Larangan bernapas dalam bekas air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang terjatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu.”

4. Meletakkan makanan dan minuman di tempat berbahan emas

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Hudzaifah, ia berkata “Sesungguhnya Rasulullah melarang kami minum dan makan dengan perkakas emas dan perak. Beliau juga melarang kami (kaum lelaki) berpakaian sutra dan yang dibordir dengan benang sutra dengan sabdanya, ‘itu adalah untuk kaum musyrikin di dunia dan untuk kalian (nanti, insya Allah) di akhirat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Mencela makanan

Setiap makanan yang tersedia di hadapan kita merupakan rezeki dari Allah yang wajib disyukuri. Andaikan makanan tersebut tak sesuai dengan selera, maka tak selayaknya kita mencela.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah tidak pernah mencela makanan, apabila beliau berselera (menyukai makanan yang dihidangkan) beliau memakannya, kalau tidak suka (tidak berselera), beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Membuang makanan jatuh

Saat kurang berhati-hati dalam makan, biasanya makanan akan terjatuh Sebagian ke lantai. Lalu kita membuang percuma padahal makanan tersebut jatuh di lantai yang bersih dan memungkinkan untuk dimakan lagi.

“Jika sesuap makanan kalian jatuh hendaklah mengambilnya, membuang kotoran yang menempel pada makanan itu, kemudian memakan sesuap makanan tersebut, serta tidak membiarkannya dimakan setan.” (HR. Muslim).

7. Minum dari mulut teko

Ada di antara kita yang senang dengan minum langsung dari mulut teko. Padahal cara tersebut kurang sopan sekaligus mengandung potensi timbulnya bakteri akibat sentuhan mulut dengan teko untuk tempat minum. Lebih baik tuangkan dulu airnya ke dalam gelas yang telah disediakan. Dalam hadis dikatakan bahwa Rasulullah melarang minum dari mulut teko.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu a'lam.

 

Leave a Comment