Fenomena Telinga Berdenging, Benarkah Dipanggil oleh Rasulullah?

Ilustrasi Ilustrasi ( Foto: hamlethub )

Muslimahdaily - Apakah Sahabat Muslimah pernah mengalami telinga berdenging? Kadang suaranya dibarengi dengan dengung dan kadang pula tidak. Fenomena ini memang sering terjadi baik oleh mereka yang masih berusia muda, orangtua, hingga orang tua.

Secara medis, kejadian ini dapat diartikan sebagai tinnitus, yakni suatu sensasi telinga yang dapat berlangsung dalam waktu sangat singkat hingga lama. Biasanya disebabkan oleh adanya gangguan di dalam telinga, pembluh darah, atau karena efek samping obat-obatannya.

Sementara itu, sebagian orang mengira ketika telinga berdengung justru berkaitan dengan hal-hal negatif.

Namun, ternyata fenomena ini telah dijelaskan sebelumnya oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam. Bahwasanya mereka yang mengalami telinga berdengung dianjurkan untuk mengingat dan bershalawat kepada Rasulullah.

Beliau pernah bersabda, “Jika telinga salah seorang di antara kalian berdengung, maka hendaknya ia mengingatku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam), membaca shalawat kepadaku, dan mengucapakan: dzakarallahu man dzakarani bi khairin (Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala mengingat orang yang mengingatku dengan kebaikan).” (HR. Al Hakim, Ibn as-Sinni, dan at-Thabarani).

Az-Zaila’i menyatakan bahwa mereka yang telinganya berdengung sebaiknya tidak hanya mengingat dan bershalawat, namun juga membaca doa sebagai berikut:

ذَكَرَ اللهُ مَنْ ذَكَرَنِي بِخَيْرٍ

Dzakarallahu man dzakarani bi khairin.

Artinya: Allah akan mengingat orang yang mengingatku dengan kebaikan.

“Az-Zaila’i berkata, dalam hadits ini tidak cukup (bagi orang yang telinganya berdengung, pent) hanya dengan mengingat Rasulullah saw saja sehingga ia bershalawat kepadanya (dan hendaknya membaca: dzakarallahu man dzakarani bi khairin)”. (Abdurrauf al-Munawi, Faidlul-Qadir, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah).

Melansir dari laman NU Online, fenomena berdengung menunjukkan bahwa Rasulullah sedang menyebut orang tersebut dalam perkumpulan yang tertinggi agar ia ingat kepada beliau dan bershalawat kepadanya.

Hal tersebut didasari dari pendapat Abdurrauf Al Munawi yang dikemukakan oleh ‘Ali Al Azizi dalam kitab as-Siraj Al Munir.

“Imam al-Munawi berkata, sesungguhnya telinga itu berdengung hanya ketika datang berita baik ke ruh, bahwa Rasasulullah telah menyebutkan orang (pemilik telinga yang berdengung) tersebut dengan kebaikan di Al Mala’ Al A’la (majlis tertinggi) di alam ruh.”

Demikian penjelasn mengenai fenomena telinga berdenging. Hendaknya mulai sekarang kita dapat mengingat, bershalawat, dan berdoa ketika mengalami telinga berdenging.

Wallahu’alam.

Last modified on Jumat, 03 Juli 2020 17:42

Leave a Comment