7 Hal yang Sering Dilupakan Saat Berdoa

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Sebagai seorang hamba yang lemah, kita pasti membutuhkan Allah dalam hidup. Untuk meminta pertolongan , petunjuk dan kasih sayang serta ridho darinya untuk menjalani kehidupan ini. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya. Sebagaimana tertulis dalam Al-Quran.

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu.” (Qs. Ghafir: 60).

Namun, dalam berdoa, seringkali kita melakukan kesalahan yang tak disadari. Atau mungkin ada beberapa adab yang terlupakan dan tak diketahui. Agar tak terjadi lebih lanjut, penting untuk kamu ketahui, berikut 7 kekeliruan dalam berdoa:

1. Tidak yakin akan terkabulnya doa

Allah merupakan Tuhan Maha Segalanya, karena itu panjatkanlah doa dengan melihat kekuasaan dan kekuatan-Nya. Jangan melihat kelemahan diri sehingga timbul rasa pesimis. Saat kamu ingin berdoa meminta sesuatu, jangan sampai melihat keadaan diri yang serba lemah. Percayalah Allah akan mengabulkan doamu.

“Janganlah seseorang mengatakan dalam doanya, ‘Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah berikanlah rahmat kepadaku jika Engkau menghendaki,’ hendaklah dia teguh dalam berdoa sebab perbuatan tersebut tidak dibenci.” (HR. Abu Daud).

2. Mengabaikan istighfar

Manusia adalah makhluk lemah yang penuh dosa. Bahkan saat berdoa pun kita harus menyadari kesadaran dan kelemahan tersebut. Akan lebih baik apabila sebelum berdoa, kita memperbanyak istighfar. Bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam saja masih banyak beristighfar setiap harinya.

“Orang yang memperbanyak istighfar, Allah akan menjadikan kemudahan dalam setiap kesusahan, menjadikan jalan keluar dalam setiap kesusahan, menjadikan jalan keluar dalams etiap kesempitan dan memberi rezeki dari jalan yang tidak disangka.” (HR. Ahmad).

3. Tergesa-gesa dalam memohon pengabulan

Salah satu kesalahan lainnya saat berdoa adalah meminta dengan tergesa-gesa. Saat seseorang merasa sedang dalam kondisi yang mendesak, ia berdoa kepada Allah agar dikabulkan segera saat itu juga. Kemudian, jika tak terkabulkan maka ia kecewa, marah dan putus asa.

Padahal Rasulullah sendiri telah memberikan peringatan tentang hal ini, “Senantiasa akan dikabulkan (doa) seorang hamba selama tidak meminta sesuatu yang membawa dosa atau memutuskan tali kekeluargaan, selama di atidak tergesa-gesa.”

Ditanyakan kepada Rasulullah, “Wahai rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa? Rasulullah menjawab, “Dia berkata, ‘Aku telah berdoa, aku telah berdoa namun aku tidak pernah mendapatkan doaku dikabulkan,’ kemudian ia berputus ada dan meninggalkan berdoa.” (HR. Muslim).

4. Mengabaikan waktu mustajab

Dalam berdoa, Rasulullah telah mengajarkan umat tentang waktu-waktu mustajabnya doa. Waktu tersebut adalah yang paling utama dan berpotensi dikabulkannya doa oleh Allah.

Diantara waktu tersebut adalah, antara adzan dan iqamah, saat berbuka puasa, sepertiga malam, saat turun hujan, di hari Jumat dan saat mendengar ringkikan keledai dan kokok ayam.

5. Tak khusyuk saat berdoa

Dikisahkan pada zaman Nabi Musa, ada seorang hamba yang terus berdoa namun ia merasa tak kunjung dikabulkan, kemudian ia mengadu kepada Nabi Musa. Beliau pun mengadu kepada Allah, Allah membalasnya, “Wahai Musa, ia berdoa kapadaku namun hatinya bersama kambing-kambingnya.”

Riwayat tersebut mengajarkan kepada kita bahwa dalam berdoa kita harus benar-benar khusuk dan menyampaikan apa yang sesungguhnya kita inginkan kepada Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

“Berdoalah kepada Allah sementara kalian yakin doa kalian akan dikabulkan, ketahuilah sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah.” (HR. Tirmidzi dan Hakim).

6. Tidak memahami apa yang diminta

Manusia kadang sering membingungkan, menginginkan sesuatu tapi tak mengetahui secara persis apa yang sebenarnya ia minta. Misal, seorang hamba meminta kekayakan pada Allah, tetapi yang dibaca adalah doa yang berbeda.

Bagaimana Allah akan mengabulkan permintaan hamba-Nya sementara antara doa yang dipanjatkan dnegan apa yang diinginkan berbeda?

7. Enggan mendoakan orang lain

Terakhir, ada hal yang sederhana namun sayang untuk dilewatkan. Yaitu menyelipkan doa untuk orang lain. Perlu diketahui, setiap kali seseorang berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat akan mengaminkan doa tersebut dan mendoakan untuknya pula.

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat itu pun berkata, “amin, dan engkau pun mendapatkan apa yang kau doakan untuk saudaramu.” (HR. Muslim).

Wallahu a'lam, semoga bermanfaat.

Sumber: 400 Kebiasaan Keliru dalam Hidup Muslim - Abdillah Firmanzah Hasan

Leave a Comment