Sering Terlupa, Ini Dia 6 Adab Ketika Berdzikir

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Berdzikir merupakan ibadah yang paling mudah dilakukan namun paling besar keutamaannya. Pasalnya, berdzikir merupakan sebaik-baiknya amal. Di samping dapat menentramkan hati dan jiwa, berdzikir mampu mengangkat derajat seorang hamba.

“Dan sesungguhnya, mengingat Allah adalah lebih besar.” (QS. Al Ankabuut: 45).

Selayaknya ibadah lain, tentu ada adab yang harus kita penuhi ketika berdzikir. Melansir laman NU Online, Sayyid Ustman Rahimahullah dalam kitabnya Maslakul Akhyâr fî al-Ad’iyyah wal Adzkâr al-Wâridah ‘an Rasûlillah mencantumkan syarat dan adab dalam berdoa. Berikut syarat dan adabnya:

1. Tidak mengerjakan dzikir-dzikir yang sunnah sementara amalan yang wajib belum dikerjakan.

Hal demikian masih sering dilakukan oleh banyak orang. Dibanding amalan sunnah, tentu amalan wajib lebih utama. Oleh karenanya sebaiknya tidak mengerjakan dzikir sunnah jika belum mengerjakan amalan yang wajib.

Amalan wajib yang dimaksud di antaranya, menuntut ilmu, menunaikan shalah qadha ketika memiliki utang shalat, dan amalan wajib lainnya.

2. Tidak mengubah lafadz dzikir atau mengganti huruf, serta membaca sesuai dengan panjang dan pendeknya.

Memang, membaca bacaan arab dengan tajwid hanya diwajibkan ketika membaca Al Qur’an saja. Namun sebagai adab, hendaknya kita juga memperhatikan panjang-pendek, lafadz, serta hurufnya. Terlebih lagi bila lafdz terseubt bersumber dari Al Qur’an.

3. Paham akan makna dan arti dari dzikir yang dibaca

Ketika kita tahu makna dan arti dari dzikir yang dipanjatkan, maka kita akan lebih menghayati dan meresapinya. Dengan begitu pula, dzikir kita tidak hanya jadi ibadah dengan mulut saja tapi juga dengan hati.

4. Makan makanan halal

Adab selanjutnya meliputi makanan yang masuk ke tubuh kita. Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa ada seorang yang gemar berdzikir namun makanan dan pakaiannya haram. Orang yang demikianlah yang doa dan dzikirnya tidak dikabulkan Allah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sungguh Allah memerintahkan orang-orang mukmin sebagaimana yang telah diperintahkan kepada para rasul.” Lalu Allah berfirman, “Wahai para rasul, makanlah hal-hal yang baik, bekerjalah dengan benar sesungguhnya Aku Mahatahu dengan apa yang kalian kerjakan.” Dan Allah pun berfirman, “Wahai orang beriman makanlah hal baik yang telah Kami berikan pada kalian.” (QS. Al Baqarah: 172).

Kemudian Nabi bercerita tentang seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, sambil menengadahkan tangannya ke langit berkata, “Wahai Tuhan, Wahai Tuhan,” sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan kenyang dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin ia akan dikabulkan permohonannya.” (HR Muslim).

5. Menghadap kiblat dan dalam keadaan suci dari hadats dan najis adalah sunnah

Adab selanjutnya merupakan hal yang sepele namun sangat besar ganjarannya bila dilakukan, yakni menghadap kiblat dan dalam kedaan suci. Hal tersebut termasuk sunnah ketika berdoa dan berzikir.

6. Mengkhusyukkan hati dan merendahkan diri (tadlarru’)

Sama halnya dengan berdoa, ketika berdzikir sebaiknya kita mengkhusyukan dan merendahkan diri di hadapan Allah Azza wa Jalla. Merendahkan diri di sini maksudnya adalah dengan berendah diri dan suara yang lembut.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 55).

Leave a Comment