14 Tanda Seseorang Mendapat Kebahagiaan Dunia Akhirat

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Setiap manusia pasti menginginkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Namun, terkadang masih banyak orang yang bingung tentang bagaimana caranya untuk menggapai dua kebahagiaan tersebut. Sehingga kadangkala justru terlalu fokus mencari kebahagiaan dunia dan lupa aka nada kehidupan selanjutnya di akhirat.

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna. dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya," (QS al-Mukminun: 1-9).

Selain itu, Syekh al-Samarqandi dalam bukunya Tanbih al-Ghafilin juga menyebutkan 11 tanda orang yang akan berbahagia. Sebagian di antaranya sama dengan tanda yang telah disebutkan pada ayat di atas. Jika digabungkan maka jumlahnya ada 14 tanda.

Empat belas tanda ini tentu tak bisa berdiri sendiri tanpa dasar keimanan yang kokoh dan ketakwaan yang kuat.

1. Senantiasa memelihari shalat lima waktu dengan khusyuk

Hal ini tentu sejalan dengan perintah Allah di dalam Al-Quran, “Peliharalah semua shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu,” (QS. Al-Baqarah: 238).

Perintah ini tentu menjadi salah satu hal yang tak boleh disepelekan. Karena sejatinya shalat adalah salah satu ibadah yang akan pertama kali dihisab atau dipertanggungjawabkan di hari akhir nanti.

2. Menjauhkan diri dari hal-hal yang tak berguna, dalam Tindakan atau pembicaraan

Dalam hal ini Rasulullah seringkali menganjurkan umatnya untuk lebih baik diam daripada berkata sesuatu yang tak berguna, sebagaimana beliau bersabda,

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik-baik atau diam,” (HR. Malik).

Bahkan menjauhkan diri dari hal-hal yang tak berguna adalah salah satu tanda bagusnya keislaman seseorang.

“Dia antara tanda bagusnya keislaman seseorang adalah meninggalkan perkara yang tak bermakna.” (HR. Ahmad).

3. Menunaikan zakat saat sudah mencapai nisab

Membayar zakat merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan bagi mereka yang memiliki harta dan sudah mencapai nisabnya, baik zakat fitrah ataupun zakat maal. Jikalau belum wajib membayar zakat, kamu tetap bisa melakukan shadaqah, infaq, wakaf, memberi hadiah dan lainnya.

4. Menjaga kemaluan kecuali pada pasangan yang sah

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah mengingatkan umatnya, “Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, kecuali dosa seorang lelaku yang menumpahkan spermanya pada rahim wanita yang tidak halal baginya.” (Ibnu Abi al-Dunya).

5. Menjaga amanah dan janji yang telah disampaikan

Amanah merupakan semua hal yang telah Allah berikan kepada kita untuk dipertanggungjawabkan, seperti usia, harta, ilmu, jabatan, keluarga, keturunan bahkan juga pekerjaan. Selain itu kamu juga bisa menepati janji yang sudah disampaikan pada orang lain.

6. Zuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat

Orang yang zuhud akan menyadari bahwa kehidupan akhirat lebih baik daripada kehidupan dunia. Oleh karena itu, segala sesuatu yang ia lakukan di dunia akan diorientasikan untuk kehidupan akhirat.

Orang yang zuhud bukan berarti melupakan dunia, tapi ia akan menjadikan dunia sebagai sarana untuk menggapai ridho Allah.

7. Mencurahkan seluruh perhatiannya pada ibadah dan membaca Al-Quran

Apa pun yang dilakukannya harus bernilai ibadah. Mulai dari mencari nafkah, menikah, mengurus keluarga, mendidik anak, makan, minum, sampai tidur semua dilakukan dan diniatkan dengan tulus agar bernilai ibadah di sisi Allah.

8. Bersikap wara’ atau berhati-hati dari segala perkara haram, baik yang banyak maupun yang sedikit

Orang yang bersikap wara akan berhati-hati atas segala perbuatannya, terlebih jika hal itu masih bersifat syubhat atau belum jelas hukumnya.

9. Bersahabat dengan orang-orang saleh

Bahkan, persahabatan ini juga akan berlanjut hingga hari akhir. Salah satu hadist Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya engkau akan dikumpulkan bersama orang-orang yang engkau cintai.”

Maknanya adalah saat seseorang cinta pada orang saleh, maka kelak ia akan dibangkitkan bersama orang-orang saleh. Demikian pula sebaliknya.

10. Bersikap tawadhu, rendah hati dan tidak sombong

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadisnya bersabda, “Siapa saja yang ruhnya meninggalkan jasad, dalam keadaan terbebas dari tiga hal, maka ia masuk surga. Ketiganya adalah kesombongan, kedengkian, dan hutang,” (HR al-Darimi).

11. Murah hati dan dermawan

Orang yang murah hati itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan sesama manusia dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang kikir akan sebaliknya.

12. Bersikap penyayang kepada sesame makhluk Allah

Rasulullah bersabda, “Sayangilah mereka yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayang oleh mereka yang ada di langit.” Dan yang lebih istimewa, orang-orang yang penyayang akan disayang oleh Dzat yang maha penyayang.

13. Memberi manfaat pada sesama makhluk

Seperti kita ketahui bersama dalam sebuah hadist disebutkan bahwa manusia yang paling baik adalah dia yang paling bermanfaat bagi sesama.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani & ad-Daruqutni)

14. Selalu mengingat kematian

Sebagaimana Rasulullah bersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat penghancur kenikmatan, yakni: kematian.”

Seseorang yang selalu ingat pada kematian pasti akan selalu sadar bahwa apa pun yang mereka perbuat akan dipertanggungjawabkan dan diperlihatkan balasannya.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat sawi pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar sawi pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula," (QS al-Zalzalah : 9).

Wallahu a’lam.

Sumber: NU Online

 

Leave a Comment