Masya Allah, Inilah Tingkatan Surga yang Paling Tinggi

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Allah menciptakan surga bertingkat-tingkat sesuai dengan amal kebaikan yang diperbuat manusia selama di dunia. Tingkatan yang lebih tinggi berarti lebih utama dibanding yang berada di bawahnya. Begitu seterusnya.

Salah satu dalil yang dijadikan dasar adalah pada Surat Al Anfal ayat 4 yang menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman, akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (Yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al Anfal: 2-4).

Juga dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penghuni surga akan melihat penghuni kamar di atasnya, sebagaimana mereka melihat bintang yang bergemerlapan yang akan turun dari cakrawala, baik dari barat atau timur. Hal itu dikarenakan penghuni surga ada yang lebih unggul daripada penghuni surga lain.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulllah, bukankah tempat para nabi yang takkan dilampaui oleh selain mereka?” Rasulullah menjawab, “Ya, demi jiwaku yang berada di genggaman-Nya, mereka para nabi dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengimani rasul-rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jumlah Tingkatan di Surga

Salah satu hadits shahih menyebutkan bahwa surga terdiri dari 100 tingkatan. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya surga punya seratus tingkatan. Seandainya dua alam Bersatu pada salah satu darinya, niscaya surga tersebut tetap akan luas untuk memuat mereka.” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad).

Hadits lain menyebutkan hal serupa, bahwasanya Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menuturkan Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat seratus tingkatan yang disediakan Alah untuk orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Jarak antara dua tingkatan sejauh langit dan bumi. Jika kalian memohon kepada Allah, maka mintalah Firdaus. Ia surga yang berada di tengah, dan surga yang paling tinggi. Di atasnya Arsy (singgasana) Allah. Dari sana sungai-sungai surga mengalir.”

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah menyebutkan seratus tingkatan itu bisa saja jumlah tangga atau juga jumlah tingkatannya adalah seratus, yang mana setiap tingkatan ada tangga yang lebih rendah. Dalam hadits lain disebutkan bahwa perbedaan antara surga satu dengan yang lainnya berjarah seribu tahun. Beliau melanjutkan, perbedaan ini disebabkan adanya waktu tempuh dalam satu perjalanan, sekaligus cara Rasulullah untuk memudahkan pemahaman.

Tingkatan Surga yang Paling Tinggi

Jika memang diciptakan bertingkat-tingkat, maka pasti ada tingkatan yang paling tinggi. Tingkatan ini disebut sebagai wasilah.

Rasulullah bersabda, “Jika kalian bershalawat padauk, maka mintalah kepada Allah wasilah untukku.” Sahabat bertanya, “Apa itu wasilah, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Wasilah adalah derajat tertinggi di surga, yang hanya didapat oleh seorang manusia. Aku berharap orang itu adalah aku.”

Dari Ibnu Dunya, Rasulullah bersabda, “Wasilah adalah tingkatan di surga. Tidak ada tingkatan yang lebih tinggi darinya. Mintalah kepada Allah agar ia diberikan kepadaku ketimbang makhluk lain.”

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah menyebutkan wasilah berarti sampai (washlah). Nama tersebut dipakai untuk menunjuk surga yang paling utama, paling mulia, agung, dan paling bercahaya. Fadhil bin Iyadl berkata, “Tahukah kalian mengapa surga demikian bagus? Sebab, singgasana Allah adalah atapnya.”

Lebih lanjut, Hakim bin Aban menyebutkan pernyataan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas yang berkata, “Cahaya Arsy menyinari atap tempat tinggal penghuni surga.”

Demikianlah gambaran mengenai tingkatan surga tertinggi. Semoga kita termasuk golongan yang diridhai Allah.

Wallahu ‘alam.

Last modified on Sabtu, 26 September 2020 21:58

Leave a Comment