Naudzubillah Min Dzalik, Inilah 7 Keburukan Bagi Orang yang Zalim!

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali mendengar kata ‘zalim’, ketika seseorang telah berbuat jahat terhadap orang lain, atau mungkin saat seseorang telah melakukan kesalahan yang merugikan orang lain. Kita pasti akan menyebut dia sebagai orang yang zalim.

Namun, sebelum berbicara mengenai orang yang zalim, maka ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa makna zalim itu sendiri.

Secara bahasa, zalim atau azh zhulmu dalam Lisaanul Arab artinya adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Sedangkan secara istilah, zalim artinya melakukan sesuatu yang keluar dari koridor kebenaran, baik karena kurang atau melebihi batas.

Syaikh Muammad bin Shalih Al Utsaimin memiliki penjelasan mengenai makna zalim yang bisa lebih mudah kita pahami. Beliau mengatakan,

“Ketahuilah bahwa zalim itu adalah an naqsh (bersikap kurang). Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): ‘Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu lam tazhlim (tidak kurang) buahnya sedikitpun‘. Maksudnya tidak kurang buahnya sedikit pun. Bersikap kurang itu bisa jadi berupa melakukan hal yang tidak diperbolehkan bagi seseorang, atau melalaikan apa yang diwajibkan baginya. Oleh karena itu zalim berporos pada dua hal ini, baik berupa meninggalkan kewajiban atau melakukan yang haram” (Syarah Riyadush Shalihin, 2/486).

Dalam Islam, perbuatan zalim tentu sangat terlarang. Bahkan di dalam Al-Quran dan hadist telah banyak dituliskan tentang larangan berbuat zalim. Baik kepada Allah, sesama manusia, diri sendiri maupun makhluk hidup yang ada di dunia.

Hukuman bagi orang- orang yang zalim pun telah Allah tuliskan dalam Al-Quran. Bahwa ia akan menerima adzab yang pedih. Sebagaimana Allah berfirman,

“Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim” (QS. Hud: 18).

Selain menerima adzab yang pedih, para pelaku zalim juga akan mendaptkan keburukan di dunia maupun di akhirat, berikut 7 di antaranya:

1. Mendapat laknat dari Allah

“(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk” (QS. Ghafir: 52).

Apalah artinya kita seorang hamba yang bodoh dan lemah tanpa pertolongan dari Allah. Ditambah jika berbuat zalim, Allah akan melaknat kita, yaitu menjauhan kita dari rahmat-Nya, naudzubillah.

2. Jauh dari hidayah Allah

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al Maidah: 51).

Semua kebaikan di dunia yang kita lakukan adalah salah satu bentuk hidayah Allah kepada hamba-Nya. Karena pada kenyataannya kita tak bisa berbuat apa-apa jika Allah tak memberikan arahan dan bimbingan pada jiwa yang lemah ini.

Maka, makin bersedihlah orang yang zalim. Hidayah Allah tak akan sampai pada mereka.

3. Kegelapan di hari kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat” (HR. Al Bukhari no. 2447, Muslim no. 2578).

Membayangkan hari kiamat saja sudah mengerikan, bagaimana jika mendapatkan kegelapan pada waktu itu, sungguh pasti akan menyesal orang yang telah berbuat zalim di dunia.

4. Menjadi orang yang bangkrut

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 2449).

5. Dijauhkan dari Al Falah

“Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan mendapatkan al falah” (QS. Al An’am: 21).

Makna Al Falah adalah mendapat kebaikan di dunia dan di akhirat. Naudzubillah betapa ruginya orang yang berbuat zalim.

6. Kezaliman menjadi sebab bencana dan petaka

“Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi” (QS. Al Hajj: 45).

7. Doa dari orang yang dizhalimi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari no.1496, Muslim no.19).

Sebagaimana tertulis dalam hadist tersebut, doa orang yang terzalimi akan dikabulkan oleh Allah, termasuk jika orang yang terzalimi mendoakan keburukan bagi orang yang menzaliminya. Maka rugilah ia.

Naudzubillah min dzalik, semoga 7 hal di atas bisa menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berbuat adil dan tidak berbuat zalim pada siapapun. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita di masa lalu, aamiin.

Sumber: Muslim or id – Janganlah berbuat zalim.

 

Leave a Comment