Terbuat dari Emas dan Mutiara, Inilah Gambaran Kemewahan Surga

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Suatu hari, salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, ceritakanlah kepada kami tentang bangunan surga!”

Kemudian Rasulullah bersabda, “Dindingnya terbuat dari emas, ada juga yang terbuat dari perak. Semennya dari minyak Kasturi. Kerikilnya muatiara dan yaqut. Debunya safran. Orang yang memasukinya akan diberi nikmat dan takkan berputus asa. Mereka kekal takkan mati. Pakaian mereka takkan lusuh. Kemudian mereka takkan sirna. Ada tiga orang yang doanya dikabulkan: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan orang yang didzalami yang doanya dibawa awan di langit hingga pintu-pintu langit terbuka dan Allah berfiman, ‘Demi Keagungan-Ku! Aku pasti menolong kalian meski waktu ini telah berlalu.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).

Riwayat di atas menggambarkan betapa indahnya surga serta kenikmatkan yang ada di dalamnya. Sekarang mari kita ulas satu-persatu keindahan tersebut.

Dindingnya terbuat dari emas.

Sanking indahnya, dinding surga digambarkan bak emas. Seperti yang kita tahu, emas merupakan salah satu perhiasan yang paling mahal di dunia yang ditujukan sebagai simbol kemewahan.

Dalam riwayat lain disebutkan juga sebagian dindingnya perak.

Rasulullah bersabda, “Dindingnya dari emas, ada juga yang terbuat dari perak. Semennya dari minyak kesturi. Kerikilnya mutiara dan yaqut. Debunya safran.” (Abu Naim dalam Shifatul Jannah).

Semennya minyak Kasturi

Tak cuma dindingnya yang terbuat dari emas, semen dari bangunan-bangunan di surga terbuat dari mintak Kasturi. Dalam riwayat lain diceritakan bahwa Kasturi merupakan tanahnya.

Rasulullah bersabda, “Surga berdindingkan emas dan perak. Debunya safran. Tanahnya Kasturi.” (Abu Naim dalam Shifatul Jannah).

Kerikilnya mutiara dan yaqut

Riwayat ini diperbuatan dengan dalil lain yang menceritakan perjalanan isra mi’raj Nabi Shalallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau sempat berkunjung ke dalam surga.

Dari Hamad bin Salamah dari Junairi dari Abi Nadhrah dari Abu Sa’id Al Khudzri, bahwa Rasulullah bersabda,

“Aku masuk surga. Di dalamnya terdapat mutiara. Debunya dari safran.” (HR. Bukhari).

Debunya dari safran

Allah menjadikan safran sebagai debu di surga. Bahkan partikel terkecil yang dapat dilihat di surga merupakan kemewahan. Sementara dalam riwayat lain, disebutkan bahwa debu di surga berwarna putih dan terbuat dari Kasturi murni.

Rasulullah bersabda,

“Debunya lembut berwarna putih, terbuat dari Kasturi murni.” (HR. Muslim).

Sementara riwayat lain menjelaskan bahwa debu tersebut seperti spora jamur. Suatu ketika Rasulullah bertanya kepada orang-orang Yahudi perihal surga. Rasulullah berkata, “Tahukah kalian apa debu surga itu?”

Orang-orang Yahudi menjawab, “Khubzah (spora jamur).”

Kemudian Rasulullah berkata, “Khubzah dari darmakah.” (HR. at-Tirmidzi).

Dalam Hadil Arwah ila Biladil Afrah karya Ibnul Qayyim Al Jauziyyah disebutkan bahwa ketiga sifat debu tersebut tidak bertentangan. Melainkan memunculkan dua kemungkinan.

Pertama, debu surga terbuat dari safran yang ketika dicampur dengan air, ia menjadi Kasturi. Karena debunya wangi, maka airnya pun wangi.

Kedua, safran dikaitkan dengan bentuk, sementara Kasturi dikaitkan dengan aroma. Kedua hal tersebut disamakan dengan darmak, yakni spora kecil berwarna kuning bertekstur lembut.

Demikianlah gambaran kecil mengenai surga. Pada kenyataanya tentu lebih indah dan mewah daripada yang pernah digambarkan. Ialah surga, balasan bagi orang-orang yang senantias bertaqwa kedapa Allah sekaligus bagi mereka yang diridhai-Nya.

Sungguh beruntung orang-orang yang diberi ganjaran Surga. Semoga kita termasuk orang-orang yang diridhai Allah. Aamiin aamiin ya Rabbal Alamin.

Wallahu ‘alam.

Sumber: Hadil Arwah ila Biladil Afrah karya Ibnul Qayyim Al Jauziyyah

Last modified on Sabtu, 17 Oktober 2020 12:23

Leave a Comment