Masya Allah, Inilah Rahasia Penciptaan Surga dan Neraka

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - “Jika surga dan neraka tak ada, apakah kita masih mau menyembah Allah dengan sepenuh jiwa?”

Pertanyaan sederhana; jawabannya ya atau tidak. Tapi, hal ini justru membuat sebagian orang bingung. Mungkin ia berniat menjawab ‘ya’, tapi tak dapat menyertakan alasannya secara lugas.

Perlu kita ketahui, bahwa Allah Subhanhu Wa Ta'ala telah menciptakan surga dan neraka sebagai salah satu ciptaan-Nya yang paling awal, bahkan jauh sebelum manusia diciptakan. Surga mutlak menjadi manifestasi rahmat Allah yang tiada terkira nikmatnya, sementara neraka menjadi gambaran betapa pedih dan mengerikannya kemurkaan Allah pada manusia yang lalai dan sombong. Sebagai hamba-Nya yang lemah dan tak berdaya, kita hanya dapat beribadah dengan ikhlas agar didekatkan kepada surga-Nya dan dijauhkan dari neraka-Nya. Tapi, apakah hanya sebatas itu saja?

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat surga, Allah berfirman, ‘Lihatlah ke surga dan lihatlah apa saja yang telah Aku sediakan untuk para calon penghuninya!’ Maka Jibril pun mendatangi surga, kemudian melihat surga dan segala sesuatu yang telah Allah sediakan untuk para calon penghuninya. Kemudian, Jibril kembali kepada Allah dan berkata, ‘Demi keperkasaan-Mu, tidak ada seorang pun yang mendengar tentang surga kecuali dia pasti ingin memasukinya.’ 

Lalu Allah memerintahkan agar surga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, kemudian Allah berfirman kepada Jibril, ‘Kembalilah ke surga dan lihatlah apa yang telah Aku sediakan bagi para calon penghuninya!’ Maka Jibril pun kembali ke surga. Ketika itu, surga telah dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai. Kemudian, dia kembali kepada Allah dan berkata, ‘Demi keperkasaan-Mu, sungguh aku takut kalau tidak akan ada seorang pun yang dapat memasukinya.’

Allah berfirman, ‘Pergilah ke neraka, lihatlah segala sesuatu yang telah Aku siapkan untuk para calon penghuninya!’ Maka dilihatlah neraka. Sebagian menghantamkan diri kepada sebagian yang lain. Lalu Jibril kembali dengan berita tersebut dan berkata, ‘Demi keperkasaan-Mu, tidaklah ada seorang pun yang mendengar tentang neraka kemudian ia berniat untuk memasukinya.’

Kemudian Allah memerintahkan agar neraka dikelilingi oleh hal-hal yang diinginkan oleh hawa nafsu. Allah pun berfirman, ‘Kembalilah ke neraka!’ Jibril pun kembali ke neraka. Setelah kembali darinya, Jibril berkata, ‘Demi keperkasaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada yang selamat dari neraka, kecuali ia pasti memasukinya.’”

Dari hadits tersebut, dikatakan bahwa setiap manusia yang mengetahui keadaan surga, pastilah benar-benar ingin memasukinya dan kekal di dalamnya. Berdasarkan riwayat-riwayat shahih, surga dipenuhi oleh segala macam kenikmatan seperti sungai-sungai yang dipenuhi susu dan madu, makanan dan buah-buahan yang lezat tak terbayangkan, bidadari-bidadara cantik dan rupawan yang dapat membuat manusia yang melihatnya terkesima hingga ratusan tahun lamanya dan masih banyak lagi.

Sayang sekali, Allah telah memerintahkan surga untuk dikelilingi oleh perkara-perkara yang dibenci oleh syahwat manusia, seperti kewajiban beriman kepada Allah, beribadah pagi hingga malam dalam keadaan suci dan ikhlas, berpuasa, amar ma’ruf nahi munkar, berjihad dan semacamnya. Inilah yang membuat malaikat Jibril khawatir bahwa tidak akan ada seorang pun yang dapat memasukinya.

Berbeda dengan penciptaan neraka, yang dipenuhi oleh berbagai macam siksaan yang amat berat lagi menakutkan. Bahkan, dalam suatu riwayat, sehelai pakaian ahli neraka yang digantungkan di ujung bumi saja dapat membumi hanguskan planet ini berserta isinya. Naudzubillah.

(Baca : pedihnya siksa neraka)

Hanya saja, Allah telah memerintahkan agar neraka dikelilingi oleh setiap perkara yang digemari oleh hawa nafsu. Banyak sekali contohnya; berzinah, mengumpat kepada orang tua, tidak berbakti kepada guru (terutama guru agama), berjudi, mabuk-mabukkan, makan dan minum tanpa peduli halal dan haram, seterusnya, seterusnya. Karena hal ini pulalah, malaikat Jibril menjadi semakin khawatir, neraka semakin penuh, sementara surga semakin sepi.

Rasulullah menyampaikan hadits di atas bukan untuk menakut-nakuti kita akan siksa neraka, bukan pula untuk membuat kita merasa santai di dunia karena seakan-akan sudah mendapat jaminan di dalam surga-Nya. Melainkan, ingin menunjukkan kekuasaan-Nya terhadap setiap mahluk, agar umatnya dapat mencintai-Nya, sebagaimana Rasulullah yang tulus mencintai Allah . Itulah pesan-pesan tersirat yang selalu beliau sampaikan hingga akhir hayatnya. Sehingga, sudah jelas jawaban dari pertanyaan di atas.

“Ya, karena kita sudah mencintai Allah sepenuh jiwa dan raga.”

Wallahu’alam.

Leave a Comment