Waspada! Inilah 5 Penyesalan Para Penghuni Neraka

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Allah menciptakan manusia sejatinya hanya untuk beribadah, dan kita tahu bahwa pada akhirnya kita akan kembali kepada-Nya. Untuk itu, ada baiknya waktu di dunia ini kita gunakan sebaik mungkin dan menjadikan setiap kegiatannya adalah bentuk ibadah kepada Allah. Tentu agar tak menyesal nantinya.

Sesungguhnya penyesalan tersebut telah nyata Allah tuliskan di dalam Al-Qur'an. Tentang orang-orang kafir, mereka yang lalai dan senang berbuat maksiat kemudian belum sempat bertaubat sampai ajal menjemput. Mereka semua merasakan penyesalan mendalam bahkan memohon untuk diberikan waktu lebih lama di dunia untuk memperbaiki semuanya.

Untuk itu, sebagai bahan renungan, mari simak kelima ayat-ayat ini yang berisi tentang penyesalan penghuni neraka.

1. Penyesalan ahli neraka karena dahulu tidak taat kepada Allah dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul” (QS. Al-Ahzab: 66).

Pada hari mereka bergelimpangan di atas bara apinya dan memasuki kobarannya, sehingga mereka menyesal atas kewajiban yang dulu mereka tinggalkan. Mereka berteriak kesakitan dan berandai-andai jika saja mereka mentaati Allah dan rasul-Nya niscaya mereka akan selamat dari neraka. (Tafsir Al-Mukhtashar).

2. Penyesalan para penghuni neraka Jahannam.

"Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Fathir : 36- 37).

Saat itu, para penghuni neraka Jahannam meminta untuk dikeluarkan dari tempat yang mengerikan itu, mereka baru menyesal setelah melakukan banyak kemaksiatan di dunia. Bahkan mereka berharap Allah memberikannya waktu lagi untuk mereka bertaubat. Padahal Allah telah memberikan banyak waktu saat di dunia.

3. Menyesal karena tidak melakukan amal saleh di dunia.

"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin." (QS. As-Sajdah :12).

Orang-orang berdosa pasti akan muncul pada hari Kiamat dalam keadaan hina. Mereka menundukkan kepala mereka karena kekufuran mereka terhadap hari Kebangkitan. Mereka merasa sedih dan berkata, “Wahai Rabb kami! Kami telah melihat kebangkitan yang pernah kami dustakan dan kami telah mendengar kebenaran risalah yang dibawa oleh para rasul dari sisi-Mu, maka kembalikan kami ke kehidupan dunia, niscaya kami akan melakukan amal saleh yang menjadikan-Mu rida terhadap kami. Sesungguhnya kami sekarang percaya dengan adanya kebangkitan dan kebenaran yang dibawa oleh para rasul.” Jika engkau melihat orang-orang yang berdosa itu dalam keadaan demikian, sungguh engkau melihat perkara yang agung, (Tafsir Al-Muyassar).

4. Penyesalan ahli neraka ketika menerima catatan amalnya dengan tangan kiri pada hari kiamat nanti disebabkan amal buruknya ketika di dunia.

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” (QS Al-Haqqoh: 25).

Kemudian Allah menyebutkan golongan kedua, yaitu orang-orang yang menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kiri. Setiap orang dari mereka akan berharap untuk tidak dibangkitkan dan tidak mendapat kitab catatan amal; mereka berharap andai saja kematian mereka tidak harus dihidupkan kembali setelahnya, sebab mereka menyakini buruknya tempat kesudahan mereka ketika menerima kitab itu dengan tangan kiri. (Tafsir Al-Mukhtashar)

5. Penyesalan orang kafir pada hari kiamat nanti karena dibakar di neraka selamanya.

“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” (QS An-Naba’: 40).

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kalian wahai manusia, tentang adanya siksa di hari kiamat. Hari dimana setiap orang akan melihat segala perbuatannya, baik atau buruk. Orang kafir berkata: “Seandainya aku kembali menjadi tanah saja, maka aku tidak akan mendapat azab ini.” (Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir).

Maka sesungguhnya semua penyesalan itu sudah terlambat. Keputusan Allah telah ditetapkan. Oleh karena itu, jika saat ini kita masih dalam keadaan sehat, masih bisa mencicipi nikmatnya iman dan Islam, maka gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin. Beramal saleh sebanyak-banyaknya untuk menggapai ridha Allah.

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi pengingat bagi kita semua.