Mengintip Surga dan Neraka di Malam Idul Fitri

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Kira-kira apa yang terjadi di surga dan neraka saat malam hari raya Idul Fitri? Sudah menjadi rahasia umum jikalau selama Bulan Ramadhan, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, sementara pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Sebagaimana dalam hadits yang populer dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu,” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Lalu setelah Ramadhan usai, adakah hal istimewa yang terjadi di surga dan neraka? Apakah ada kejadian besar di hari raya Idul Fitri? Tak perlu mengira-ngira, telah dikabarkan dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi Ahaditsi Sayyidil Anbiya wal Mursalin (Peringatan Bagi Orang-orang yang Lalai dengan Hadits-hadits para Nabi dan Rasul) mengenai keadaan surga dan neraka saat malam takbir berkumandang.

Saat itu, yakni saat tiba malam hari raya, ada peristiwa yang dapat menggembirakan para muslimin di dunia. Saat malam Idul Fitri di akhirat disebut dengan malam pembagian hadiah.

Ya, Allah memberikan hadiah besar bagi para hamba-Nya yang 'berhasil' menempuh Bulan Ramadhan. Allah memberikan hadiah tak terkira bagi orang-orang yang berpuasa dan beribadah di malam hari. Berikut kutipan dari kitab tersebut.

Dan apabila tiba malam ‘Idul fitri itu bernama malam pembagian hadiah, maka pada pagi harinya diutus malaikat berdiri di perempatan jalan sambil berseru dengan suara lantang dapat didengar oleh segala sesuatu kecuali jin dan manusia, "Hai umat Muhammad keluarlah kamu kepada Tuhan Yang Pemurah, memberi yang besar dan mengampunkan dosa-dosa besar.”

Maka bila mereka telah keluar ke tempat-tempat shalat, Allah berfirman kepada Malaikat, "Hai malaikat-Ku apakah upah buruh bila telah selesai pekerjaannya?"

Jawab Malaikat, "Ya Tuhan, upahnya supaya dibayar lunas."

Maka firman Allah, "Aku persaksikan kepadamu hai malaikat-Ku bahwa pahala puasa dan bangun malam Ramadhan itu keridhaan-Ku dan ampunan-Ku."

Kemudian Allah berfirman, "Mintalah wahai hamba-Ku, maka demi kemuliaan dan kebesaran-Ku tiadalah kamu minta urusan dunia atau agama melainkan Aku berikan kepadamu."

Demikian kutipan dari kitab karya Abu Laits As Samarqandi tersebut. Itu baru keadaan di surga, lalu bagaimana keadaan di neraka?

Adapun neraka mendapati momen luar biasa sebelum hari raya tiba. Masih dalam kitab Tanbihul Ghafilin, disebutkan, Allah mengurangi jumlah penghuni neraka dengan angka yang sangat banyak. Bahkan pengurangan jumlah terbanyak itu terjadi saat hari terakhir Ramadhan menjelang malam Idul Fitri.

"Dan setiap Ramadhan, Allah membebaskan sejuta penghuni neraka, bahkan pada hari atau malam Jumatnya dibebaskan sejuta per jamnya, kemudian di hari terakhir Ramadhan dibebaskan lagi penghuni neraka sejumlah orang yang dibebaskan sejak awal Ramadhan, hingga akhirnya,” dikutip dari Tanbihul Ghafilin.

Wah, jika dihitung-hitung, maka setiap kali Ramadhan, ada ratusan juta penghuni neraka yang diampuni Allah. Jika ada empat kali Jum’at selama Ramadhan, maka ada 4 juta yang dibebaskan tiap jamnya, yang berarti berjumlah 96 juta penghuni neraka selama Bulan Ramadhan. Artinya, saat menjelang Idul Fitri, ada 97 juta penghuni neraka yang dibebaskan Allah. Totalnya sepanjang Ramadhan, sebanyak 194 juta penghuni neraka diampuni Allah Ta’ala.

Itulah yang disampaikan Abu Laits dalam kitabnya. Tak dipaparkan jelas runtutan perawi hadits dan bagaimana derajat hadits yang menyebutkan keadaan Surga Neraka tersebut. Apa yang disebutkan di atas merupakan apa yang disampaikan Abu Laits dalam kitabnya yang populer di kalangan para santri tersebut. Wallahu ta’ala a’lam.

Last modified on Selasa, 05 Juli 2016 14:31