Apakah Meninggal Akibat Kecelakaan Merupakan Mati Syahid?

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Kecelakaan merupakan suatu musibah yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Memang sebagai manusia kita juga diharuskan untuk selalu berhati-hati, namun musibah adalah hal yang tidak dapat diprediksi oleh siapapun. Akhir-akhir ini sedang banyak terjadi kecelakaan entah itu di darat, laut, maupun udara. Sebagai umat muslim, pastinya kita memiliki keinginan yang tinggi untuk mencapai derajat mati syahid. Lalu apakah seseorang yang meninggal akibat kecelakaan dapat dikatakan ia syahid?

Mati syahid yaitu ketika seseorang meninggal dalam keadaan baik yang dimana akan mendapatkan kenikmatan dari Allah. Dalam pandangan awam, mati syahid dipahami sebagai kondisi saat meninggal di medan perang. Padahal dalam hadis terdapat golongan-golongan lain yang termasuk kedalam meninggal dalam keadaan syahid.

Dalam surah Ali Imran ayat 169, berbunyi :

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ

Artinya :

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki,”

Terdapat hadis yang mengkategorikan seseorang dikatakan mati syahid. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. روا البخاري ومسلم

Artinya :

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. bersabda, “Syuhada’ (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima, yakni orang yang mati karena terkena wabah, sakit perut, tenggelam, keruntuhan bangunan, dan mati yang syahid di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadis tersebut, dapat dilihat bahwa kecelakaan termasuk kedalam golongan orang-orang yang mati secara syahid. Para ulama pun mengelompokkan syahid berdasarkan dua jenis. Yaitu syahid kubra (besar) dan syahid sugra (kecil). Syahid kubra yaitu keadaan Ketika manusia meninggal saat sedang bertempur di medan perang melawan musuh-musuh Allah, seperti apa yang selama ini sering dipahami.

Sedangkan syahid sugra yaitu Kondisi kondisi lainnya seperti apa yang diberitahukan oleh hadis tersebut. Kondisi ketika seseorang meninggal karena wabah penyakit, karena keadaan sakit perut, meninggal akibat tenggalam, luka lambung, kebakaran, tertimpa reruntuhan, seorang istri melahirkan, terbunuh karena membela harta, semua peristiwa ini juga termasuk kedalam golongan orang-orang yang mati syahid akibat berjuang di jalan Allah.

Sehingga kondisi-kondisi yang menunjukkan seseorang syahid kubra maupun syahid sugra, tetap sama sama dinamakan mati syahid. Yang membedakan hanyalah keutamaan dan kemuliaan yang didapat. Dimana seseorang yang gugur dalam perang melawan musuh-musuh Allah ia merupakan orang yang benar benar mencari syahid (istisyhad). Sedangkan kondisi orang-orang yang tergolong kedalam syahid sugra, mereka meninggal karena takdir atau musibah yang memang ditimpanya. Namun kedua kondisi mati syahid ini juga tetap memerlukan iman dan amal shaleh-nya masing-masing, tidak hanya sekedar mengandalkan golongan-golongan diatas.

Wallahu a'lam bishawab