Hikmah Kesetian Dari Kisah Cinta Rasulullah dan Ibunda Khadijah

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Beberapa pekan kebelakang pembicaraan mengenai poligami kembali mencuat kepermukaan melalui isu mentor poligami yang sangat kontroversial.

Pemahaman yang beredar pada masyarakat secara umumnya poligami merupakan salah satu sunnah yang dapat dilakukan untuk mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wassalam.

Namun ternyata jauh dari sebelum Rasulullah berpoligami, beliau pernah hanya memperistri seorang wanita saja. Saat itu Rasulullah menikah dengan Sayyidah Khadijah Radhiyallahu 'anha, dan dengan pernikahannya tersebut Rasulullah tidak pernah menikah dengan wanita manapun selain Ibunda Khadijah. Rasulullah memilih Khadijah menjadi satu-satunya wanita yang menemaninya menjalani kehidupan pernikahan dan mendampinginya di kala susah dan senang.

Dalam kehidupan pernikahan Rasulullah dan Khadijah ini pun dihiasi begitu banyak cerita yang sangat romantis. Hal ini tergambar pada salah satu peristiwa, saat itu Rasulullah mendapatkan wahyu pertama dari Malaikat Jibril ‘Alaihissalam. Ketika itu Rasulullah menggigil ketakutan saat melihat kedatangan Malaikat Jibril. “Iqra!” “Bacalah!”, ucap Jibril. “Maa ana biqaari`”, “aku tidak bisa membaca” jawab Rasulullah.

Percakapan tersebut pun terulang hingga tiga kali. Rasulullah pun masih terus menggigil, tubuh beliau membeku dalam kegelisahannya itu. Hingga Rasulullah pun meminta Ibunda Khadijah untuk menyelimuti tubuhnya yang menggigil tersebut. Kemudian Khadijah hadir memberikan ketenangan pada hati Rasulullah, dan memberikan pundaknya untuk menjadi sandaran bagi Rasulullah. Khadijah pun terus mencoba menenangkan Rasulullah yang dirundung rasa takut dan gelisah. Berkat kesabaran dan kelembutan hati Khadijah, Rasulullah pun menjadi lebih tenang dari sebelumnya.

Khadijah pun menjadi satu-satunya wanita yang mendampingi Rasulullah hingga akhir hayatnya. Selama 25 tahun ia menjadi seorang istri Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam, dan mautlah yang memisahkan mereka berdua. Atas kepergian Khadijah itu pun menjadi duka mendalam bagi Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam.

Bahkan Rasulullah berkata bahwa ia tidak akan pernah mendapatkan istri seperti Khadijah. Betapa Rasulullah sangat mencintai dan setianya kepada Sayyidah Khadijah Radhiyallahu 'anha, sampai-sampai rasa cinta Rasulullah yang begitu besar kepada Khadijah itu menimbulkan kecemburuan pada Aisyah.

Dalam sebuah hadist diceritakan bahwa Aisyah pernah berkata,

"Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam, melebihi rasa cemburuku kepada Khadijah, yang demikian karena begitu seringnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam menyebut-nyebut dan memuji kebaikannya. Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam untuk memberi kabar gembira kepadanya dengan rumah yang dipersembahkan untuknya di dalam surga yang terbuat dari marmer."

Betapa indahnya kisah pernikahan yang terjalin antara Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam dan Sayyidah Khadijah Radhiyallahu 'anha. Sebagai seorang suami Rasulullah berusaha memberikan perhatian dan kasih sayang sepenuhnya hanya kepada Khadijah seorang.

Dalam pernikahannya tersebut Rasulullah pun mengajarkan kepada kita bahwa menjadi suami yang setia dan menjaga perasaan istri merupakan sebuah akhlak mulia yang dapat kita teladani. Sebab ketika pada akhirnya Rasulullah memutuskan untuk berpoligami pun didasari atas tujuan-tujuan mulia dalam upaya mengangkat untuk menghormati mereka para perempuan yang pada akhirnya menjadi istri-istri Rasulullah, dan semua itu tidak dilandasi oleh nafsu birahi seperti tuduhan-tuduhan yang sering muncul. Hal itu dapat dilihat bahwa para perempuan yang Rasulullah nikahi merupakan seorang janda dan memiliki anak yang cukup banyak.

Dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pernah bersabda tentang tujuh orang yang mendapatkan naungan Allah, “ Dan dua orang yang saling mencintai karena Allah; keduanya bertemu di atas cinta itu dan berpisah juga di atasnya.”

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam merupakan sosok yang sangat dapat diteladani untuk menjadi seorang suami. Sebab dibalik sosoknya yang terkenal sangat adil ketika menjalani poligami dengan istri-istrinya, beliau juga mengajarkan betapa mulianya menjaga perasaan seorang istri. Rasululullah memberikan kepada kita keteladanan bahwa menjaga sebuah pernikahan untuk hanya dihadiri oleh seorang suami dan istri saja merupakan sebuah kemuliaan yang dapat kita teladani dari beliau saat menjadi suami Sayyidah Khadijah Radhiyallahu 'anha.

Last modified on Senin, 17 Januari 2022 16:48

Leave a Comment