Transformasi Brand, Dian Pelangi Hadirkan "Titik Temu"

Ilustrasi Ilustrasi (Foto : Santi/Muslimahdaily.com)

Muslimahdaily - Setelah 26 tahun berkiprah menjalani  bisnis fesyen muslim, akhirnya pada hari Minggu tanggal 21 Mei 2017 lalu Dian Wahyu Utami alias Dian  Pelangi melakukan transformasi atas bisnis yang dijalani bersama keluarga. Pagelaran yang bertajuk “Titik Temu” ini dilaksanakan di The Hermitage Hotel, Menteng, Jakarta Selatan.

Adapun transformasi tersebut bisa dikatakan lebih segar dan berkarakter. Mulai dari logo dan tema mengalami reformasi. Jika semula ada tujuh label yang berada di bawah naungan Dian Pelangi, kini hanya akan menjadi empat label.  Jika pada beberapa tahun silam penjualan hanya terfokuskan di butik (offline ) saja, namun untuk perubahan sekarang brand Dian Pelangi akan bisa dibeli langsung secara online.

Dalam proses re-branding, Dian Pelangi yang sekarang merangkap menjadi Creative Director ini mengatakan butuh proses delapan tahun untuk memikirkan perubahan tersebut. Dian Pelangi mengaku sangat berhati-hati untuk menyakinkan keluarga khususnya orangtua yang semula membesarkan brand ini.

“Proses perubahan ini bisa dibilang, makan cukup waktu yang panjang ya, karena aku berusaha menjaga hati orangtua yang sudah membesarkan bisnis ini, setelah melihat aku, adikku, kakakku, orangtua melihat kita siap untuk meneruskan bisnis ini, orangtua alhamadulillah mempersiapkannya. Makanya, beberapa bulan terakhir aku nggak banyak keluarin model terbaru, karena fokus untuk perubahan ini. Hingga hari ini ‘Titik Temu’ lah,” ucap wanita 26 tahun ini saat ditemui di Menteng, Jakarta.

Walaupun dalam perubahan ini hampir bisa dikatakan menyeluruh, Dian menjamin tak menghilangkan ciri khas kain tradisionalnya seperti songket, batik, dan teknik pewarnaan jumputan tradisional.

“Kita sengaja look-nya lebih internasional dan fashionable, biar bisa bersaing dengan pasar luar. Big brand saja sudah buat modest fashion juga jadi kita harus bisa bersaing dengan mereka. Kita kan sudah punya konsumen, community sudah kita grab masa sih kita masih kalah juga. Jadi kita harus siap-siap ke depannya. Perjalanan selama ini berpartisipasi dalam pekan mode internasional juga bagian dari belajar untuk aku bisa berubah dan berkembang,"  curhatnya.

Dian sendiri berharap dengan adanya perubahan ini, bisa lebih lagi diterima dan bersaing bukan hanya dikancah nasional melainkan internasional. Selain itu Dian juga tak takut akan rezeki yang menghampiri karena adanya perubahan ini.

“Semoga bisa bersaing dan diterima secara global maupun internasional ya. Perubahan memang tak menjamin keberhasilan, tapi awal keberhasilan itu bermula dari perubahan, Insya Allah akan ada rezekinya,”  tutupnya.

Last modified on Kamis, 01 Jun 2017 04:23