Indonesia Fashion Week 2017 Bawakan Kerajinan Lokal Kerancang Kudus

 Ivan Gunawan, Rudy Chandra, Ariy Arka, da Defrico Audy di IFW 2017 Ivan Gunawan, Rudy Chandra, Ariy Arka, da Defrico Audy di IFW 2017 ( Foto : Balqis/Muslimahdaily.com )

Muslimahdaily - Lima desainer Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta yang terdiri dari Ivan Gunawan, Rudy Chandra, Ariy Arka, da Defrico Audy menerima pinangan khusus dari Bupati Kudus, Mustofa untuk ikut melestarikan dan pengembangkan salah satu kerajinan asal Kudus.

Kudus sejatinya memiliki seni kerajinan batik dan bordir yang khas. Bordir kerancang Kudus dibuat dari jalinan bordir yang dilubangi dengan menggunakan gunting kecil dan menghasilkan motif bordir yang berlubang. Selama ini, bordir kerancang hanya diterapkan pada kebaya encim atau mukena. 

Melihat kreasi yang kurang berkembang itu, lima desainer bersama Pemkot Kudus mengadakan pagelaran busana bertema Savana Muria, The Authentic Kudus Embroidery. 

Savana Muria menggambarkan kehidupan flora dan fauna di padang rumput yang luas, pesona alam gunung muria, serta filosofi kehidupan alam dan penghuni di dalamnya. Tema tersebut diaplikasikan melalui motif dan gaya baru kerancang kudus ala masing-masing desainer.

Dengan memakai motif bunga Seruni, kupu-kupu, dan ranting-ranting, koleksi desainer Rudy Chandra kali ini juga memakai tone off-white dan warna persik.

"(Temanya) kekayaan alam di Gunung Muria dalam busana ready to wear dengan memakai warna off-white dan sentuhan warna champagne," ujar Rudy saat press conference di IFW 2017 (5/2).

Berbeda dengan Rudy, desainer Ariy Arka yang setia pada ciri khasnya, mengaplikasikan ayam dan burung flamingo sebagai motif bordir pada enam belas koleksinya. Busana siap pakai tersebut hadir dalam padu padan celana lurus, celana 7/8, kemeja slim fit, kemeja tunik, blazer, dan jaket bomber.

Menurut Ariy, pemakaian bordir Kudus pada koleksinya ini dibuat dengan style yang berbeda agar dapat digunakan oleh kaula muda.

"Dengan style yg bebeda, lebih enerjik di pakaian pria. Agar bisa dipakai kaula kuda, every time, every where," tutur Ariy pada kesempatan yang sama.

Sedangkan untuk pemilihan warna, Ariy menggunakan warna coklat, hijau dan biru. "Tone colornya warna coklat, hijau, dan biru, dipersembahkan dengan gaya seperti japan style," tambahnya.

Sedangkan Defrico Audy mengambil tema hutan tropical Kudus. Melihat alam Kudus yang indah, Defrico mengaplikasikan kerancang Kudus pada motif kupu-kupu, bunga lotus, dan ulat bakau.  

"Memakai warna tanah, coklat, ungu, hijau. Inspirasinya dilihat dari alam Kudus yg sangat indah. Saya tuangkan dalam bunga-bunga," kata Defrico.

Enam belas koleksi high-fashion rancangan Ivan gunawan menjadi sajian pamungkas Savana Muria. Melalui koleksi ini, Ivan mengaku ingin membuat kerancang Kudus yang merupakan kerajinan tradisonal dapat dipakai di berbagai acara mewah. 

"Membuat pandangan baru tenang bordir Kudus sendiri. Aar bisa dipakai di red carpet, dan acara-acara mewah," ujar Ivan.

Ivan mengaku koleksinya kali ini terinspirasi dari mimpi. "Terinspirasi dari sebuah mimpi. Ada mimpi indah dan buruk. Igun kan orangnya selalu mimip," tambahnya.

Memakai warna shocking pink dan kuning lemon, Ivan mengaplikasikan kerancang Kudus kedalam rancangannya yang terdiri dari terusan jump suit, balzer, celana, terusan bergelepai, atau gaun new look.

Leave a Comment