Hati-Hati, Dibalik NiKmatnya Udang Terselip Efek yang Tidak Mengenakkan

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Dalam khazanah kuliner, udang sudah tak asing lagi di lidah para penikmatnya. Hingga kini, telah dikembangkan budidaya udang yang mampu memenuhi permintaan pasar akan kelengkapan bahan pangan bagi masyarakat. Dijual dengan harga yang paling murah hingga yang paling mahal dengan jenis udang lobster.

Namun siapa sangka, udang dengan citarasa gurih dan nikmat krenyes di lidah memiliki efek positif dan negatif bagi kesehatan tubuh. Efek positif berlaku pada semua penikmatnya, namun efek negatif menyerang sebagian orang yang alergi terhadapnya. Hal ini penting diketahui oleh ummi dan calon ummi yang memasak di rumah untuk keluarganya.

Efek Positif Konsumsi Udang

Seekor udang berukuran sedang memiliki kandungan sekitar 7 kalori. Terbilang rendah dengan 15 kalori dibanding kandungan kalori pada dada ayam. Sementara itu, udang berukuran besar terkandung 18 kalori, yang jika dimakan dalam jumlah banyak, tidak akan mengakumulasi kalori ke tubuh dibanding makanan yang lain.

Selain terkandung banyak air dalam daging udang, binatang yang memiliki citarasa gurih ini juga memiliki kandungan protein yang tinggi. Seekor udang berukuran sedang memiliki kandungan protein sekitar 29 gram, tak berbeda jauh dengan protein yang terdapat dalam 3 ons dada ayam. Di balik proteinnya yang tinggi, justru udang memiliki kandungan karbohidrat yang sedikit.

Binatang laut yang memiliki cangkang tipis ini juga memiliki banyak nutrisi. Diantaranya, 4 ons udang rebus dapat memenuhi kebutuhan selenium harian seseorang. Selain selenium, di dalamnya juga terkandung 75 % vitamin B12, 50 % Fosforus, dan lebih dari 30 % krolin dan iodin.

Kandungan mineral atau air dalam daging udang juga dapat menguatkan sistem imunitas seseorang dan menambah kekuatan anti oksidan yang mampu menangkal radikal bebas yang menyerang tubuh.

Dengan mengkonsumsi udang yang memiliki kandungan selenium, seseorang dapat terhindar dari gejala kanker. Kekurangan selenium dapat mengakibatkan berbagai jenis kanker, tak terkecuali kanker prostat. Para peneliti dari Institute of Food Research menjabarkan bahwa kombinasi sulforaphane dan selenium meningkatkan kekebalan tubuh13 kali terhadap serangan kanker.

Makanan yang kaya akan suforaphane yang bagus dikombinasikan untuk dimakan bersama udang antara lain brokoli, kubis, dan sayuran lainnya yang justru lebih bernutrisi jika dimakan mentah. Selain mencegah kanker, selenium pada udang juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi.

Efek Negatif Konsumsi Udang

Terlepas dari semua kelebihan udang yang kaya nutrisi dan rendah kalori, ternyata binatang laut ini cukup berakibat buruk bagi orang yang memiliki alergi protein tinggi. Sama seperti pada kacang, gandum, telur, belalang, ikan, dan susu, udang menjadi sumber alergi bagi penderita yang mengkonsumsinya.
Alergi protein tinggi biasanya membuat seseorang mengalami hidung tersumbat, bersin, gatal-gatal, dan sakit perut. Terkadang gejala alergi dengan tingkat yang parah membuat para penderita harus dilarikan pada dokter. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, pada udang juga terkandung kolesterol ringan.

Alergi adalah bentuk reaksi sistem imun seserang terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya. Analoginya, kinerja sistem imun dalam tubuh seseorang terprogram untuk mensalahartikan protein tinggi sebagai suatu ancaman bagi tubuh. Sesuatu yang merupakan pemicu dari alergi atau hipersensitivitas itu disebut dengan alergen.

Cara Sederhana Antisipasi Alergi Udang

Bagi pecinta kuliner seafood binatang jenis ini, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter sebelum nekad mengkonsumsi udang. Oleh dokter biasanya akan diberi resep obat untuk meredakan atau mencegah gejala alergi ringan hingga menengah dengan antihistamin. Adapun cara alami untuk sedikit mencegah alergi ringan dapat mengkonsumsi madu, jeruk nipis, dan jahe.

Madu, dari beragam manfaatnya, madu juga dapat berfungsi sebagai pereda gatal dan ruam pada kulit akibat alergi udang. Setelah mendapati gejala alergi terlihat pada kulit, cobalah meminum sesendok madu yang dicampur dengan segelas air hangat.

Jeruk nipis juga mampu meringankan gejala alergi udang sama halnya dengan madu. Minum perasan jeruk nipis dengan segelas air hangat, insya Allah gatal dan mual sedikit mereda. Selain itu, kandungan vitamin C pada jeruk nipis mampu meningkatkan sistem imun.

Tumbuhan rimpang satu ini banyak gunanya. Jahe yang berfungsi menghangatkan tubuh kala dingin juga mampu menetralisir gatal akibat alergi udang. Buat wedang jahe kemudian campur dengan gula atau madu sebagai pemanis.

Last modified on Jumat, 09 Jun 2017 11:34

Leave a Comment