Benarkah Wanita Lebih Mudah Depresi Dibanding Pria?

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Dalam beberapa dekade terakhir, depresi menjadi gangguan kejiwaan yang semakin umum di negara-negara maju. Bahkan, para psikiatri menyebutkan adanya peluang satu orang di antara 20 orang mengalami depresi di masa kini.

Namun, jika dibandingkan berdasarkan jenis kelamin, wanita dua kali lipat lebih rentan mengalami depresi ketimbang pria. Para ahli medis belum mengetahui pemicunya secara pasti, namun faktor biologis, psikologis dan sosial budaya dituding sebagai beberapa faktor penyebab utama. Ingin tahu lebih jelasnya tentang fakta wanita lebih gampang depresi daripada pria? Simak info berikut ini.

Penjelasan biologis

Pada dasarnya, secara biologis wanita memang gampang untuk rapuh, menangis, sensitif dan merasa sentimentil. Wanita juga rentan stres karena perubahan hormonal setiap bulan selama masa haid atau menstruasi.

Stres yang tidak dikelola dengan baik, dapat berdampak negatif menjadi depresi yang berkepanjangan. Ditambah lagi, beberapa wanita mengembangkan faktor genetik atau riwayat keluarga yang berisiko depresi tinggi.

Penjelasan psikologis

Dari segi mental atau psikologis, wanita lebih sering memikirkan banyak hal ketimbang para pria yang dikenal cuek atau acuh. Wanita akan dihadapkan berbagai masalah dalam keluarga. Seperti melahirkan, anak – anak, finansial, hingga hubungan pernikahan. Hal – hal yang tidak berjalan baik akan mudah memicu depresi.

Kecuali, jika wanita bisa menghadapi semua masa – masa sulit dengan sikap yang sabar dan tegar.

Penjelasan sosiokultural

Secara singkat, memang benar wanita lebih mudah depresi ketimbang pria. Kadang dari sisi sosiokultural, wanita diharuskan bekerja dan mencari nafkah ketika sang suami tidak mampu bekerja atau tidak bertanggung jawab.

Hal ini mengakibatkan wanita mudah depresi karena menanggung beban yang berat untuk membesarkan anak – anak, merawat orangtua yang sudah tua, atau bertahan dengan semua tantangan yang dihadapi.

Wanita juga lebih mudah mengungkapkan isi hatinya kepada orang lain seperti teman, keluarga atau dokter. Sehingga, dapat meminimalisir beban pikiran. Di masyarakat saat ini, wanita hidup lebih lama daripada pria. Lansia dikaitkan dengan masalah kesepian, duka cita ditinggalkan orang terdekat, dan kondisi kesehatan yang buruk, sehingga lebih rentan depresi.

Meskipun, wanita lebih mudah mengalami depresi, tetapi tidak ada salahnya untuk mulai dari sekarang meminimalisir dan mengelola stres sebaik mungkin. Anda dapat menghalau stres dengan beragam cara. Seperti berolahraga secara teratur, yoga, dan selalu bersyukur untuk menciptakan kebahagiaan secara instan.