Bikin Lambung Perih, Ketahui Apa Perbedaan Maag dan GERD?

By March 12, 2019 0
Ilustrasi Ilustrasi ( Foto : Hallosehat )

Muslimahdaily - Sering merasa perih dan terbakar di area dada bagian atas? Jika kamu berpikir itu hanya mulas biasa, kamu bisa saja keliru. Karena mulas sebenarnya adalah manifestasi dari gejala refluks asam atau isi lambung yang kembali ke jalur kerongkongan.

Menurut Matilda Hagan, MD, gastroenterologis di Mercy Medical Center, Baltimore, USA, sensasi terbakar atau perih di lambung juga bisa berdampak serius yang disebut GERD atau penyakit refluks gastroesofageal. Meskipun keduanya tampak sama dan kerap menipu, ada perbedaan signifikan di antara maag dan GERD. Apa saja perbedaannya? Berikut info menariknya.

Apa itu Maag?

Seringkali usai menelan makanan, kerongkongan akan bekerja dan memasukkan makanan ke dalam lambung. Tetapi, kadang – kadang otot lambung melemah dan menghasilkan asam lambung berlebih sehingga muncul sensasi perut panas yang mengiritasi lapisan kerongkongan.

Maag alias radang lambung akan menyebabkan rasa sakit di area lambung karena terjadi iritasi atau luka meradang pada lambung. Sehingga perut terasa perih, panas, mulas dan nyeri. Inilah yang disebut refluks asam atau maag.

Untuk mengatasi maag, dokter menyarankan agar menghindari makanan yang terlalu pedas, masam, gorengan dan berlemak. Termasuk kafein dan alkohol. Selain itu, kamu juga bisa meminum obat maag yang dijual bebas di apotek atau toko obat tanpa resep dokter.

Apa Itu GERD?

Selanjutnya, GERD adalah asam lambung yang terjadi selama beberapa kali setiap minggu. GERD merupakan singkatan dari Gastro-oesophageal reflux disease (GERD) atau lebih populer dengan penyakit asam lambung.

Kondisi ini terjadi ketika asam lambung mengalir ke kerongkongan hingga menimbulkan rasa terbakar di dada.

Menurut Louis Cohen, MD, seorang ahli gastroenterologi di Rumah Sakit Mount Sinai, New York City, gejala GERD sama seperti maag. Seperti rasa panas di dada, batuk kering atau kesulitan menelan.

Pengobatan GERD diawali dengan mengubah gaya hidup. Tidak hanya menerapkan diet seimbang tetapi juga berhenti merokok sama sekali. Obat yang paling sering diresepkan untuk GERD adalah inhibitor pompa proton atau PPI.

Untuk memastikan kondisi penyakit asam lambung, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Leave a comment

© 2018 Muslimahdaily.com All Rights Reserved. Part Of Genmediautama