Haid Tidak Teratur, Bahayakah?

Muslimahdaily - Haid atau menstruasi menjadi hal yang tak terpishkan dari perempuan. Haid biasanya terjadi setiap satu bulan sekali dalam setiap siklusnya. Tapi beberapa perempuan mengalami haid yang tidak teratur dan kerap dilanda rasa cemas apakah berbahaya atau tidak.

Siklus haid tidak bisa ditentukan dengan pasti kedatanganya. Tapi dalam keadaan normal, haid mempunyai siklus dengan jangka waktu 28-35 hari. Jika lebih atau kurang dari angka tersebut, maka haid dikatakan tidak normal.

Haid terjadi karena sel telur yang sudah matang kemudian menempel di dinding rahim dan tidak dibuahi oleh sperma hinggga akhirnya dinding rahim luruh atau yang biasa kita sebut menstruasi. Dalam proses tersebut, diperluan sel telur yang matang dan sangat dipengaruhi oleh keseimbangan hormon-hormon tertentu di dalam tubuh.

Bila hormon yang seharusnya berada pada titik puncak tidak terjadi pada masa subur akan menyebabkan indung telur tidak mengeluarkan sel telur sehingga tidak terjadi menstruasi. Karena itu, keseimbangan hormonal sangat berpengaruh terhdapat siklus haid. Dengan tidak adanya haid, maka kemungkinan besar tidak terjadi pelepasan sel telur. Maka perempuan yang tidak haid menjadi tidak subur.

Ketidakseimbangan hormon dapat terjadi karena stress atau terlalu lelah, sedang mengkonsumsi obat hormonal atau kontrasepsi hormonal, sedang dalam masa menyusui, berat badan yang berlebihan, dan kekurangan gizi.

Gangguan hormonal yang sering terjadi pada wanita disebut PCOS (Poly Cystic Ovary Syndrome). Biasanya ditandai dengan kista ovarium. PCOS adalah ketidaksembangan hormon yang terkait dengan cara tubuh memproses insulin setelah diproduksi oleh pankreas untuk mengatur gula darah, Gangguan ini juga sering menyebabkan haid tidak teratur.

Haid tidak teratur tidak bahaya, hanya saja berkaitan dengan kesuburan dan penting untuk menentukan masa subur sesorang bagi perempuan yang ingin melaksanakan program hamil.

Bila terjadi haid tidak teratur, segera konsultasikan ke dokter spesialis kandungan. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan USG untuk memastikan keadaan rahim, bila keadaan rahim normal kemungkinan berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon. Bila terjadi demikian, akan diberikan obat penyeimbang hormon.

 

Last modified on Minggu, 15 November 2015 14:58