Harus Keluar Rumah saat Pandemi Corona? Perhatikan Hal Berikut

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Pemerintah telah menetapkan kebijakan agar masyarakat melakukan social distancing untuk mencegah virus corona semakin meluas. Lebih bijak, masyarakat diminta agar melakukan segala aktivitasnya di rumah. Untuk itu, kegiatan bekerja dan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh.

Walau demikian, tak semua pekerjaan dapat dilakukan di rumah. Sebagian dari kita juga masih harus melakukan kegiatan mendesak seperti membeli kegiatan pokok di pasar atau supermarket.

Untuk itu, melalui Instagram @klikdokter, Kementrian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis protokol yang harus dilakukan saat keluar dan masuk ke rumah. Berikut penjelasannya:

Protokol keluar rumah

1. Memakai jaket atau baju lengan panjang

2. Tidak perlu memakai aksesori seperti gelang, cincin, atau anting

3. Jika ingin memakai makser, pakai terakhir tepat sebelum keluar rumah

4. Usahakan agar tidak menggunakan transportasi umum

5. Gunakan tisu basah di jari untuk menyentuh permukaan apapun, remas kemudian buang ke tempat sampah

6. Jika batuk atau bersin, maka lakukan etika yang benar

7. Usahakan bertransaksi secara non-tunai

8. Lakukan cuci tangan atau gunakan hand sanitizer setelah menyentuh benda dan permukaan apapun

9. Jangan menyentuh wajah sampai tangan benar-benar bersih

10. Jaga jarak aman dengan orang lain minimal 1 meter

Protokol masuk rumah

1. Jangan sentuh apapun setelah sampai di rumah

2. Buka sepatu sebelum masuk rumah

3. Buka pakaian dan segera masukkan ke dalam keranjang cucian kotor

4. Taruh tas, dompet, kunci, dan barang lain ke dalam kotak di pintu masuk

5. Segera mandi

6. Jika tidak memungkinkan mandi, pastikan cuci semua area kulit yang terpapar udara luar

7. Bersihkan handphone atau kacamata dengan alkohol atau disinfektan

8. Bersihkan permukaan atau benda yang dibawa dari luar rumah dengan disinfektan

Seperti yang diketahui, persediaan hand sanitizer, disinfektan, dan masker semakin langka di pasaran. Sebagai alternatif surgical mask, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianti, menyarankan agar menggunakan masker kain.

Menurutnya, masker kain juga memilik fungsi yang sama, yaitu menahan droplet si pemakaian dan droplet orang lain. Menggunakan masker kain juga dianggap lebih baik dibandingkan tidak memakai masker sama sekali.

Terlepas dari kurang efektifnya masker kain mencegah virus corona menyebar ke orang lain, peggunaan masker kain ini dianggap lebih bijak untuk orang awam. Hal ini lantaran masker sekali pakai (surgical mask dan masker N95) lebih dibutuhkan oleh tenaga kesehatan dan orang yang sakit dibandingkan orang awam.

Last modified on Minggu, 29 Maret 2020 15:22

Leave a Comment